Langsung ke konten utama

Merayakan 3.000 Postingan


Belum kok, masih belum 3.000 postingan jumlahnya. Hanya ingin mengingatkan diri sendiri supaya lebih semangat lagi menulisnya. Sebab saat postingan ini dituliskan, sudah ada 2.890 postingan yang terbit. Jadi setelah postingan ini terbit totalnya menjadi 2.891. Tinggal 109 postingan lagi dan genaplah 3.000 postingan di blog ini.

Tidak tahu harus bagaimana merayakannya. Paling penting sih pastinya bersyukur apabila saya masih diberikan kesehatan untuk mencapai angka 3.000 postingan di blog ini yang belum genap 3 tahun usianya. Rasanya baru kemarin saya mulai memindahkan tulisan dari blog lama ke blog yang ini. Satu demi satu tulisan saya masukkan dan akhirnya lengkaplah semua tulisan masuk ke blog ini.

Ternyata lumayan banyak juga yang sudah saya tulis. Pengunjungnya memang tak ramai seperti blog seleb. Tapi saat melihat statistik dan menemukan masih ada orang yang bersedia mampir ke sini memang menjadi berkah tersendiri. Sebab saya tahu, kesuksesan sebuah blog bukan diukur dari seberapa banyak orang yang mengunjunginya atau bukan seberapa banyak uang yang dia raup dari blog komersilnya. Melainkan seberapa banyak orang yang mendapatkan manfaat dari blog tersebut. Semoga saja, setidaknya 10% dari pengunjung blog ini benar-benar mendapatkan manfaat setelah membaca tulisan di dalamnya.


Terima kasih buat teman-teman yang sudah berkunjung ke sini.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan