Langsung ke konten utama

Mengawetkan Durian


Kalau harga durian sedang miring-miringnya tentunya keinginan untuk membeli dalam jumlah banyak tak terhindarkan lagi. Kadang saya beranggapan bisa menghabiskan dua atau tiga buah durian sekaligus. Jadi membeli 4-6 biji durian rasanya pas untuk persediaan dua hari. Ternyata saat di depan mata yang terjadi adalah saya hanya menghabiskan sebiji durian.

Bagaimana cerita selanjutnya dengan 5 biji durian yang tersisa?

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa buah durian itu lama kelamaan akan merekah kulitnya. Kemudian dagingnya yang terkena udara karena udara bisa masuk ke kulit yang merekah tersebut akan mulai mengering. Kalau sudah mengering tentu saja dagingnya akan menjadi tawar dan tidak enak lagi. Durian yang enak yang dagingnya lembut dan lunak. Basah.

Apabila memang memungkinkan, mengawetkan durian bisa dilakukan dengan mengambil dagingnya dari bijinya, kemudian dijemur hingga benar-benar mengering di bawah sinar matahari yang butuh waktu beberapa hari. Tapi kalau ingin mengawetkan daging durian dalam waktu yang singkat dan ingin menikmatinya tetap seperti durian pada awalnya bisa menggunakan freezer kulkas.

Jadi daging durian dimasukkan dalam wadah dan langsung dibekukan saat masih basah dan lunak. Saat akan menikmatinya kembali keluarkan wadah dan angin-anginkan sampai dagingnya melunak. Rasanya dan manisnya tetap terasa. Persis seperti durian sebelum dimasukkan ke dalam mesin pembeku. Apabila suka memakannya ketika dingin, durianya menjadi seperti es krim.


Sekarang sudah bisa dong mengawetkan durian?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma