Langsung ke konten utama

Menajamkan Gunting


Honeylizious.com – Karena akan menjahit sendiri beberapa pakaian yang saya inginkan. Tentu saja dress, sebab akan segera memensiunkan celana-celana jeans yang biasanya saya kenakan. Beberapa di antaranya sudah tak muat lagi, ada pula yang memang kendor. Beli ngepas kekecilan lama-lama, beli yang agak besar malah menjadi kendor kelamaan dikenakan. Akhirnya memilih untuk mengenakan dress saja. Tinggal pakai legging di bagian dalamnya untuk melindungi kaki.

Kalau dress memang akan lebih aman, dibuat selonggar mungkin sehingga akan tetap bisa dikenakan meskipun tubuh menjadi lebih besar atau lebih kecil. Karena itulah mencari-cari informasi mengenai cara menajamkan gunting. Di rumah sih diajarkan cara menajamkan gunting dengan menggunakan botol. Jadi guntingnya di gunting-guntingkan ke botol kaca atau gelas. Tetapi sepertinya itu kurang manjur untuk gunting yang saya gunakan untuk menggunting kain bahan nantinya.

Ternyata ada cara yang lain untuk menajamkan gunting selain dari menggunakan amplas untuk mengasahnya, bisa juga menggunakan alkohol. Jadi kapas dibasahi dengan alkohol lalu digunakan untuk membersihkan gunting yang akan kita tajamkan tersebut. digosok-gosokkan ke guntingnya. Saya tidak tahu mengapa bisa demikian. Tapi sepertinya menarik untuk ibu-ibu di rumah yang guntingnya sering menjadi tumpul akibat digunakan oleh anak-anak untuk bermain dan menggunting kertas.

Saya sering bertanya-tanya waktu kecil, mengapa gunting kain tidak boleh diguntingkan ke kertas. Aki selalu marah kalau saya melakukan itu. Dia akan mengingatkan saya berkali-kali untuk tidak menggunakan guntingnya untuk bermain. Apalagi sampai menggunting kertas. Memang sih gunting miliki Aki selalu tajam padahal tidak diasah. Apakah memang ada hubungannya dengan tidak diguntingkan ke kertas?


Entahlah...

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan