Langsung ke konten utama

Membuat Agar-Agar Susu


Menjadi istri ternyata pusing bagian menyiapkan panganan buat suami. Bukan makan siang atau makan malam sih. Tetapi kudapan. Camilan. Sesuatu yang bisa dia ambil dalam kulkas saat ingin memakan sesuatu. Pertama sih banyak membeli camilan di swalayan. Tapi akhirnya memutuskan untuk membuat camilan sendiri. Lebih sehat dan lebih bermanfaat.

Kemarin saat telat bangun pagi. Bangun-bangun suami sudah berangkat kerja saya membuat agar-agar. Dengan air 1.5 liter. Dua bungkus agar-agar. Ternyata yang saya beli agar-agar coklat. Padahal rencananya waktu itu ingin beli agar-agar yang original aja. Yang bening. Sebab yang bening bisa dikasih campuran apa saja. Entah susu. Buah. Santan. Gula merah. Pokoknya gampanglah menvariasikannya. Karena sudah terlanjur punya 4 bungkus agar-agar yang rasa coklat saya putuskan untuk menjadikannya agar-agar coklat susu.

Menggunakan rantang tupperware, saya bisa mendapatkan dua tempat tupperware yang penuh dengan agar-agar susu. Setelah dibiarkan beberapa jam agar-agarnya mengeras dan bisa dinikmati. Untungnya suami suka. Baru satu tupperware yang habis. Sebab kami hanya berdua di rumah. Jadinya tak banyak yang memakannya. Paling banyak sih suami. Pagi-pagi saja buka kulkas makannya agar-agar.


Cara membuat agar-agar coklat susu gampang kok. Tinggal ikuti petunjuk yang ada di kemasan agar-agar lalu terakhir campurkan susu cair di dalamnya. Bisa menggunakan loyang apa saja. Dinginkan hingga mengeras. Selamat mencoba.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma