6 November 2013

Memandang Rumput Tetangga


Terkadang kita suka membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Melihat keberuntungan orang lain lalu merasa hidup kita sendiri belum cukup beruntung untuk disebut sebagai beruntung. Kemudian menjadi lupa untuk bersyukur padahal yang namanya Tuhan akan selalu mengisi 'gelas kehidupan' setiap manusia hingga penuh. Yang membedakan 'gelas kehidupan' kita dengna kehidupan orang lain tentu saja adalah gelas kehidupan tiap orang ada yang besar ada yang kecil. Tapi Tuhan tak pernah lupa untuk mengisinya hingga penuh. Apa pun ukurannya selalu akan diisi hingga gelas kehidupan tersebut tak bisa menampungnya lagi.

Sesekali tak ada salahnya melihat 'rumput tetangga' tapi bukan untuk melihat betapa hijaunya rumput tetangga kita. Kita tak pernah tahu sebelum benar-benar menyentuhnya. Karena barangkali rumput tetangga hanyalah rumput plastik yang selalu akan berwarna hijau dan tak akan pernah layu.


Lihatlah rumput tetangga hanya untuk melihat apakah halamannya sudah punya rumput yang sehijau rumput kita atau tidak. Bukannya kita melihat rumputnya hanya untuk meyakinkan diri kita bahwa rumput kita selalu jauh lebih hijau dari rumput mereka.

@honeylizious

Followers