22 November 2013

Masa-Masa Indah Sekolah


Berpetualang ke masa lalu. Ada tiga jenjang yang kita alami di masa sekolah. Sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Itu kalau tidak masuk playgroup dan taman kanak-kanak. Kebetulan saya memang tidak masuk dua terakhir tersebut. Sebab di desa saya syukur-syukur sekolah dasar jaraknya tak begitu jauh dari rumah. Saya termasuk satu dari banyak anak desa yang beruntung bisa mengenakan sepatu saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Walaupun sering sekali mengenakan sepatu yang lumayan butut. Setidaknya masih bisa digunakan untuk melindungi sepasang kaki kecil saya waktu itu.

Berbeda dengan anak-anak lain yang kebanyakan tak mengenakan alas kaki saat sekolah. Padahal rumah mereka jauh dari sekolah. Jangan harap mereka akan naik kendaraan untuk berangkat ke sekolah. Jalan kaki adalah hal yang sangat biasa dilakukan oleh anak-anak yang satu sekolah dengan saya dulu. Meskipun demikian saya selalu menyukai masa-masa indah sekolah dasar.

Dari banyak masa-masa indah sekolah, rasanya sekolah dasar adalah sekolah yang memberikan banyak sekali kenangan yang paling indah. Cinta pertama. Pelajaran yang paling disukai. Pengalaman menjadi pedagang cilik. Belum lagi jatah jajan yang selama 6 tahun selalu sama. Hanya Rp100. Tetap menyenangkan. Sebab itu berarti dua porsi bubur yang bisa dihabiskan setiap istirahat satu mangkong.

Masa sekolah dasar pula yang ada kegiatan 'mutik sampah'. Mutik sampah maksudnya 'memungut sampah'. Waktu itu sampah yang kami pungut adalah sampah daun akasia dan juga plastik-plastik yang dibuang sembarangan di halaman. Setiap hari kami akan selalu 'mutik sampah'. Dari kelas paling ujung sampai kelas terakhir semuanya melalukan kegiatan yang sama. Kegiatan ini juga diadakan sebelum masuk kelas. Jadi kalau teman-teman yang lain sudah jongkok di halaman dan mutik sampah itu artinya sebentar lagi jam pelajaran akan segera dimulai.

Sejak sekolah dasar saya kurang suka datang terlambat ke sekolah. Jadi kalau sudah melihat teman-teman yang lain pada jongkok ada rasa berdebar sih. Takut akan dihukum karena datang terlambat. Walaupun sebenarnya tidak terlambat datang saat jam mutik sampah.


Masa indah sekolah dasar pula masa-masa saya mengalami debaran cinta pertama yang rasanya membuat dada saya sesak. Jantung hampir berhenti. Bisa melihatnya duduk di kelas yang sama saja sudah sangat menyenangkan. Ah semoga teman sekolah dasar saya tak membaca tulisan ini sebab dia akan tahu siapa yang saya maksud. Cinta pertama yang tak pernah saya ungkapkan hingga hari ini. Walaupun saya yakin dia sudah tahu tentang perasaan saya yang sebenarnya. :)

@honeylizious

Followers