Langsung ke konten utama

Lupa Menjepret Hasil Masakan


Padahal sudah banyak sekali masakan yang saya buat beberapa hari terakhir ini. Semenjak sudah pindah rumah memang saya sekarang menjadi orang yang akan bertanggung jawab penuh untuk semua masakan yang ada di sini. Ternyata saya lupa sekali untuk menjepret semua hasil masakan yang sudah saya buat. Mulai dari ayam goreng, sop ayam, sayur sop, ring onion, dan telur dadar.

Saya jadi ingat komentar seorang teman saat saya memasukkan tempe ke instagram saya. Mengunggahnya dan membagikannya di facebook, twitter, tumblr, dan flickr. Dia bilang saya satu-satunya orang yang membagikan tempe di instagram. Saya pikir itu cukup berlebihan. Tapi bisa jadi memang saya orang yang merasa bahwa tempe memang harus diunggah ke instagram. Sebab selama ini saya memang senang sekali memasukkan gambar makanan ke sana. Dengan mengunggahnya ke instagram saya jadi ingat untuk menjadikannya postingan di blog.


Setelah menulis ini saya memang akan membuat masakan untuk makan siang suami dan saya. Semoga saya tidak lupa lagi untuk menjepretnya. Sebab kali ini tidak dikejar-kejar deadline untuk menyelesaikan novel yang ingin diikutkan lomba yang pada akhirnya saya banting setir ikutan menulis cerpen sebab ternyata saya hanya mampu mengetik 30 halaman novel dengan spasi tunggal dalam waktu dua hari. Tak terkejar untuk 100 halaman. Saya malah jatuh tertidur di depan televisi

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs