30 November 2013

Kisah Seorang Gadis Kecil (9)


Honeylizious.com – Tidak terlintas pula di dalam kepalanya untuk memiliki laptop pribadi. Dia memikirkan sesuatu yang lebih terjangkau dengan kemampuannya. Mesin tik adalah sesuatu yang tak mustahil. Demikian pikiran anak kecil itu. Dia rasa dia akan mampu memilikinya setelah menabung sekian lama. Padahal dia menabung di dalam tabungan manggis tanah liat lebih sering mengorek isinya dibandingkan mengisinya kembali.

Gadis kecil itu tak pernah mengira beberapa belas tahun kemudian impian mesin tiknya dibayarkan Allah dengan sebuah laptop dan printer. Sejak itu dia mulai menulis secara digital. Soal blog dia belum punya. Internet kala itu masih menjadi sesuatu yang mewah. Sosial media juga belum booming. Smartphone juga belum menjadi kebutuhan banyak orang. Semuanya masih barang mewah yang membuat semua orang akan berdecak kagum saat melihat kita memilikinya.

Impian gadis kecil itu sebenarnya tak muluk-muluk. Bahwa suatu hari karyanya akan diterbitkan. Dimuat di majalah-majalah. Dia tak yakin dengan dirinya sendiri tapi dia menginginkannya. Lalu latihan menulisnya dia tingkatkan lagi setiap kali impian itu menyala di kepalanya. Gadis itu masih sangat kecil. Tak tahu bagaimana dunia sana akan memperlakukannya. Dia masih terlalu kecil untuk memahami seisi dunia yang akan dia hadapi nanti.

@honeylizious

Followers