Langsung ke konten utama

Kisah Seorang Gadis Kecil (6)




Honeylizious.com – Beranjak SMP dia mulai cerdas memanfaatkan barang-barang yang sudah tak berguna lagi sebagai media menulisnya. Dia mengumpulkan banyak sekali kertas lembar jawaban ulangan milik murid-murid Mak Ciknya yang memang dibawa pulang ke rumah. Saat semua jawaban tersebut sudah dinilai dia akan menjilidnya menjadi buku. Kalau soal pena dia juga lebih senang menggunakan pensil. Selain lebih awet dan tak akan macet, kertasnya juga menjadi tanpa coretan. Sebab dia tinggal menghapus semua kesalahannya dengan karet penghapus lalu menulis kembali.

Saat duduk di bangku SMP dia juga mengenal beberapa orang yang sempat menjadi sahabat terdekatnya. Mereka berbagi cerita bersama. Bahkan gadis kecil ini menginspirasi teman-temannya yang juga punya hobi yang sama. Mereka menulis lalu saling menukar buku cerita mereka. Mengomentari tulisan masing-masing. Ada pula yang hanya menjadi pembaca setia. Saat cerita selesai beberapa halaman mereka akan mulai membacanya dan menunggu lanjutannya saat selesai membaca.

Karena sibuk berlatih menulis, menghabiskan banyak sekali waktu luangnya untuk membuat cerita baru, gadis kecil ini tak punya banyak waktu untuk belajar. Beberapa kali angka merah tertulis di rapornya. Walaupun nilainya selalu gemilang untuk mengarang di pelajaran Bahasa Indonesia.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan