30 November 2013

Kisah Seorang Gadis Kecil (6)




Honeylizious.com – Beranjak SMP dia mulai cerdas memanfaatkan barang-barang yang sudah tak berguna lagi sebagai media menulisnya. Dia mengumpulkan banyak sekali kertas lembar jawaban ulangan milik murid-murid Mak Ciknya yang memang dibawa pulang ke rumah. Saat semua jawaban tersebut sudah dinilai dia akan menjilidnya menjadi buku. Kalau soal pena dia juga lebih senang menggunakan pensil. Selain lebih awet dan tak akan macet, kertasnya juga menjadi tanpa coretan. Sebab dia tinggal menghapus semua kesalahannya dengan karet penghapus lalu menulis kembali.

Saat duduk di bangku SMP dia juga mengenal beberapa orang yang sempat menjadi sahabat terdekatnya. Mereka berbagi cerita bersama. Bahkan gadis kecil ini menginspirasi teman-temannya yang juga punya hobi yang sama. Mereka menulis lalu saling menukar buku cerita mereka. Mengomentari tulisan masing-masing. Ada pula yang hanya menjadi pembaca setia. Saat cerita selesai beberapa halaman mereka akan mulai membacanya dan menunggu lanjutannya saat selesai membaca.

Karena sibuk berlatih menulis, menghabiskan banyak sekali waktu luangnya untuk membuat cerita baru, gadis kecil ini tak punya banyak waktu untuk belajar. Beberapa kali angka merah tertulis di rapornya. Walaupun nilainya selalu gemilang untuk mengarang di pelajaran Bahasa Indonesia.

@honeylizious

Followers