30 November 2013

Kisah Seorang Gadis Kecil (4)


Honeylizious.com - Dongeng-dongeng di majalah Sahabat Pena itu membuat seorang gadis kecil berusia 8 tahun memutuskan untuk menjadi penulis saat dia besar nanti. Dia harus berlatih menulis. Dia mengambil buku tulisnya dan mulai mengarang ceritanya sendiri. Dia membaca dongeng di majalah dan membuat dongeng yang sama tetapi dengan versi yang berbeda. Dengan ending yang jauh lebih dia sukai. Sebab dia yakin cerita itu masih butuh perbaikan lagi di sana-sini. Dia kurang suka dengan akhir cerita tersebut.

Lama-lama dia akhirnya menemukan jalan menulisnya sendiri. Sekolah dasar dia habiskan hanya untuk menulis setiap hari. Dibandingkan belajar yang lain dia lebih suka menulis. Menghabiskan semua waktu luangnya hanya untuk mengarang cerita. Tanpa henti. Tapi dia tak pernah memikirkan 10-20 tahun ke depan apa yang akan terjadi dengan semua tulisannya. Dia hanya suka menulis. Itu sudah cukup bagi seorang gadis kecil berusia 8 tahun yang duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Tak perlu alasan yang lain.


Namun menulis saat belia seperti itu bukan tanpa tantangan. Selain dia tak punya uang yang banyak untuk membeli buku dan pulpen yang baru. Apalagi dia juga belum punya penghasilan sendiri. Jadi banyak buku yang seharusnya dia gunakan untuk mencatat habis hanya untuk menulis cerita khayalannya.

@honeylizious

Followers