30 November 2013

Kisah Seorang Gadis Kecil (2)


Honeylizious.com – Gadis kecil itu tak suka mengepang rambutnya. Sebab rambutnya sangat sedikit jumlahnya. Itu pun warnanya kurang hitam. Dia tak perlu susah-susah mengepangnya, karena rambutnya sangat pendek. Dia sudah lancar membaca saat kelas 1 sekolah dasar. Tetapi sekali lagi saya katakan, gadis itu tak pintar mengeja. Dia jauh lebih baik membaca tanpa mengeja. Dia naik kelas dua tanpa masalah. Tanpa prestasi juga.

Berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain. Selalu mendapatkan ranking di kelasnya. Tapi gadis kecil itu tenang saja menjalani sekolahnya. Dia berangkat setiap pagi dengan jalan kaki lalu pulangnya juga demikian. Kalau Akinya telat bangun pagi untuk ke sawah dia akan beruntung karena bisa menumpang sebab Akinya harus melewati sekolahnya untuk ke sawah. Naik sepeda 'Sipor' warna hijau yang tak ada remnya.


Si gadis kecil dengan senang hatu duduk di belakang dan menjauhkan kakinya dari roda sepeda. Sebab tak ingin kakinya tersangkut di sana. Dulu kakak sulungnya pernah terluka kakinya gara-gara masuk ke roda sepeda. Hingga sekarang bekas luka di kaki kakaknya masih ada. Dia tak ingin melihat darah seperti itu makanya dia selalu berhati-hati saat menumpang sepeda. Kalau Aki mengikat kakinya di besi sepeda bagian tengah dia senang sekali. Sebab kaki yang terikat menyilang di bawah dudukan sepeda akan sangat aman.

@honeylizious

Followers