30 November 2013

Kisah Seorang Gadis Kecil (1)


Honeylizious.com – Dia baru bisa membaca waktu itu. Pertama kalinya bisa membaca. Dia bisa membaca tapi cara mengejanya berbeda dari yang diajarkan di sekolah-sekolah. Dia selalu kesulitan mengeja dengan cara yang diberikan gurunya. Mengeja yang pada umumnya adalah 'i-en-i-ni = ini'. Dia tak bisa mengeja seperti itu. Rambutnya masih belum lebat seperti sekarang. Tapi mata dan alisnya sudah indah sejak kecil.

Senyuman yang dia miliki selalu menjadi pemanis wajahnya. Kulitnya sawo matang. Buku yang pertama dia baca setelah bisa melafalkan huruf-huruf latin adalah sebuah buku komik tentang jin di rumah neneknya. Berulang kali dia membaca buku itu tanpa bosan. Selain tak ada buku lain yang bisa dia baca, dia merasa cerita di dalam buku tersebut sangat menarik. Ditambah dengan gambar-gambar di dalamnya.

Semua orang di rumahnya suka membaca. Abahnya. Umaknya. Uwannya. Akinya. Mereka membaca buku apa saja. Akinya paling suka membaca koran. Sayangnya koran yang mereka baca adalah koran yang terbitnya entah kapan. Sebab koran tersebut didapatkan dari toko-toko yang membeli koran bekas dalam jumlah banyak di kota. Koran tersebut sejatinya akan dijadikan pembungkus barang dagangan. Tapi ada yang memang suka membeli koran kiloan tersebut sebagai bahan bacaan.


@honeylizious

Followers