15 November 2013

Ini (Bukan) Tentang Traveling


Pernikahan kami memang baru seumur jagung. Masih sibuk mencocokkan diri satu sama lain. Kadang bersilang pendapat mengenai sesuatu. Tentu ada yang harus mengalah. Kalau memang memungkinkan saya lebih suka menjadi pihak yang mengalah saja dan membuat pasangan senang.

Baru-baru ini kami habis keliling Kota Sintang. Selain hasilnya saya menjadi lebih gemuk dan kulit menjadi lebih gelap, kebetulan di Sintang memang lebih panas dibandingkan di Pontianak, saya akhirnya mengerti satu hal. Satu hal mengenai esensi traveling. Dulu saya pikir saya akan senang bisa keliling dunia, bisa mengunjungi negara-negara yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Melihat benda-benda yang asing. Bertemu orang-orang yang baru.

Sekarang ternyata ada satu hal yang juah lebih penting dibandingkan itu semua. Bahkan di mana pun, kapan pun, traveling itu, paling penting bukan tempatnya, bukan makanannya, bukan orang-orang asingnya, tetapi seseorang yang menemani kita ke sana. Sintang menjadi tempat pertama yang rasanya sangat indah untuk dikunjungi. Walaupun harus menggadaikan nyawa selama belasan jam saat melewati jalanan wilayah timur Kalimantan Barat yang hancur lebur. Meskipun selama di sana panasnya gila-gilaan. Namun saat melihat orang selalu mendampingi saya saat berada di sana, itu jauh lebih dari cukup untuk sebuah liburan.


Jadi tulisan ini bukan tentang traveling sebenarnya. Tapi tentang dengan siapa kamu akan melakukan travelingmu berikutnya.

@honeylizious

Followers