Langsung ke konten utama

I Wish My Eyes Could Take Photos


Seberapa sering kita berada di alam terbuka dan ingin sekali mengabadikan banyak hal yang kita sebut dengan 'indah'. Saya yakin saat melihat langit setiap hari kita pun akan merasa betapa indahnya ciptakan Tuhan tersebut. Setiap hari kita tetap merasa langit itu indah tanpa pernah merasa bosan. Sebab setiap hari gumpalan awan yang menghiasinya tak akan sama dengan hari-hari sebelumnya.

Kadang saya ingin sekali mengedipkan kelopak mata dan mengabadikan pemandangan tersebut dalam bentuk digital. Barangkali Google Glass akan cocok sekali dengan kita yang ingin menunjukkan keindahan dan tak keindahan sekitar kita kepada banyak orang. Tetapi lebih banyak sih tentu bagian keindahan yang ingin kita tampilkan.

Seandainya memang sebuah kedipan mata sama dengan membidikan kamera dan menekan tombol 'jepret'-nya. Akan sangat menyenangkan untuk kita yang bepergian dan tak ingin direpotkan dengan mengeluarkan kamera atau smartphone lagi. Tapi keindahan itu kalau bisa sih tetap seindah yang kita lihat. Tidak kabur atau rendah resolusinya. Sebab kamera yang dijual dalam bentuk kacamata yang beredar di Indonesia kayaknya kurang meyakinkan untuk mengabadikan pemandangan tersebut dalam resolusi tinggi.

Sekarang ini hanyalah sebuah impian, keinginan dari lubuk hati yang paling dalam. Tapi siapa tahu pada akhirnya Google Glass akan disediakan untuk umum. Akan sangat menyenangkan bisa mengabadikan banyak hal di sekitar kita. Sebab banyak hal yang tak akan terulang untuk kedua kalinya.


I wish my eyes could take photos.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan