14 November 2013

Hidup adalah Pembelajaran


Barangkali jika kita mendapatkan kesempatan untuk bertemu lagi. Aku hanya akan menatapmu dalam diam. Berbeda dengan saat pertama kali bertemu denganmu. Melihat alismu yang menaungi mata sipitmu. Tinggi tubuhmu. Masih kuingat hingga sekarang. Kalau ditanya apakah kemudian aku terluka dengan keadaan yang ternyata membuat kita tak mungkin menyatu lagi. Kamu kecewa lantaran aku memilih jalan yang lebih dekat?

Ah hidup hanya proses pembelajaran yang panjang. Kita sama-sama belajar. Belajar untuk melepaskan sesuatu yang kita inginkan untuk sesuatu yang ternyata lebih kita butuhkan. Aku pikir kamu dan aku juga sudah cukup dewasa untuk mengambil langkah masing-masing tanpa menanyakan lebih dulu. Seperti kita berjalan di jalan yang sama untuk beberapa saat. Kemudian kita bertemu di jalan yang penuh dengan persimpangan. Kamu tak perlu bertanya padaku simpang jalan mana yang akan kamu pilih sebagai langkahmu selanjutnya sebab kemudian aku juga tak akan bertanya padamu bolehkah aku melanjutkan jalanku di simpang yang sekarang aku jalani.

Kita punya pilihan masing-masing. Selalu ada pilihan untuk kesempatan yang datang. Lalu aku memilih untuk mendapatkan apa yang aku butuhkan di diri orang lain. Pada lengan yang lain. Pada bahu yang berbeda. Kamu harus percaya bahwa suatu hari kamu akan menemukan bidadari yang membuatmu mau belajar untuk mencinta. Kemudian siap untuk sesuatu yang lebih 'settle down'. Membangun kehidupan rumah tangga.

Kita bisa salah melangkah kadang di dalam hidup ini. Tapi pembelajaran tak akan membawa kita pada kebenaran jika kita tak pernah tahu bagian mana yang membuatnya disebut sebagai kesalahan. Untuk kamu yang sekarang entah memikirkanku atau tidak. Untuk kamu yang pernah singgah di dalam kehidupanku dalam sekejap mata. Untuk kamu yang membuat aku pernah berbicara dengan tembok dan hampir memeluk tembok bisu itu hanya karena kamu membalas pesanku.


Kamu pernah membuatku terlihat sebagai orang gila untuk sesaat. Aku tak menyebutnya sebagai cinta karena rasanya aku akan mencintai orang yang aku miliki. Sedangkan untuk orang yang tak pernah menjadi milikku, aku hanya akan menyebutnya sebagai sebuah kenanga. Iya kamu yang kemudian menjadi bait-bait kenangan dalam setiap doa yang aku panjatkan. Buat kamu yang ada di sana. Akankah kita bertemu lagi. Bercanda. Mengingat masa lalu sambil menggendong anak kita masing-masing?

@honeylizious

Followers