Langsung ke konten utama

Ganti Antena WIGO 4G yang Baru


Kadang kalau tak ada masalah dengan WIGO 4G pastinya tak akan menyadari betapa beruntungnya bisa menggunakan jaringan ini buat browsing. Terutama buat ngeblog. Termasuk unggah foto atau rekaman suara. Saat dua hari tak bisa menggunakannya karena antenanya rusak, jatuh ditiup angin, sekarang sudah bisa menggunakan jaringan cepatnya lagi seperti biasa. Alhamdulillah.

Gara-gara angin yang sangat kencang meniup kayu ring yang digunakan sebagai penyangga antena WIGO 4G dan juga antena televisi, akhirnya kayu tersebut tak kuat menahan angin. Sebab kita tahu sendiri kayu yang seperti itu tidak lentur seperti bambu.

Setelah bisa menggunakannya seperti biasa tak terkira betapa senangnya. Sebab dari banyak provider yang saya gunakan untuk berinternet ria, yang tercepat memang WIGO 4G. Saat terpaksa menggunakan provider yang lain terasa sekali bedanya. Lemot dan tentu saja sangat makan waktu. Banyak waktu yang terbuang hanya untuk ngeblog. Berbeda jauh dengan WIGO 4G yang tak perlu menunggu lama untuk membuka kotak 'new entry' di blogger.

Apalagi kalau hanya browsing untuk mencari inspirasi.

Catatan penting nih buat teman-teman yang sudah menggunakan WIGO 4G dan menggunakan antena tambahan. Jangan sampai terjadi kesalahan pemasangan oleh pengguna dan yang boleh memasang hanya teknisinya. Kita tidak bisa sesuka hati memasang dan mencabut antena di. Apalagi kalau sampai menimbulkan kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan pengguna. Bisa didenda 600.000IDR. Kerusakan yang mendapat penggantian secara gratis hanyalah karena bencana alam. Seperti ditiup angin kencang hingga jatuh atau tersambar petir.


Happy blogging. :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan