21 November 2013

Galaxy Express (Bagian 9)

Aku menarik tanganku yang sejak tadi dipegang oleh tukang cat itu. Sekarang mataku menatap gambar yang tersaji di depan mataku. Cahaya matahari pagi yang mulai terang membuat mataku silau. Tapi aku tahu betul wajah siapa yang ada di sana. Semua orang akan menganggap itu wajahku. Namun sebuah nama yang tertulis di sana bukan namaku. Jika kita mundur beberapa langkah, gambar yang tergambar di sana, sudah selesai pada akhirnya, akan lebih utuh. Semua orang akan melihat wajahku. Tentu saja itu terlihat seperti wajahnya. Sebab ada orang lain yang punya wajah yang serupa denganku.

Sisca, I love you.”

Tulisan di bawah wajah itu membuatku lemas. Rasanya ada yang menusuk jantungku. Sakit. Hingga ke bagian terdalamnya. Ternyata dia menyukai Sisca. Untuk apa sekarang dia mengajakku ke sini? Untuk menilai hasil lukisannya bagus atau tidak? Sejak kapan Sisca mengenalnya?

Bagaimana? Kamu suka?”

Kenapa tanyanya sama aku?”

Aku menahan air mataku. Aku menyukainya sejak pertama melihatnya di kereta waktu itu. Sekarang aku harus menerima kenyataan kalau dia mencintai orang lain. Lebih menyakitkannya orang lain itu Sisca. Perempuan yang lebih sempurna dariku. Hanya rupa yang tak jauh berbeda. Aku tidak heran jika dia lebih memilih Sisca. Namun tak adakah cara yang lebih menyakitkan untuk menyakitiku yang bisa dia pilih? Setidaknya jangan melukis wajah yang aku miliki dengan nama yang berbeda dengan ukuran yang sangat besar di dinding sebuah bangunan.

Tanya saja sama Sisca.”


Air mataku benar-benar jatuh saat aku berbalik dan berlari meninggalkannya. Apakah dia menatap punggungku yang semakin menjauh dari belakang? Aku tak tahu. 

@honeylizious

Followers