3 November 2013

Finally: Fyuuuhhhh (3)

Dua gelas kopi untuk pengantin wanita. Masuk angin biasanya bisa saya hadapi dengan meminum segelas kopi kalau memang sudah tidak tahan lagi dan biasanya untuk kasus-kasus khusus. Seperti tidak bisa merebahkan badan dan minum obat untuk menghilangkan sakit kepalanya. Jadinya saya duduk di pelaminan sibuk meminta keponakan suami saya untuk menyiapkan segelas kopi.

Awalnya memang segelas. Setelah itu tambah lagi satu gelas. Kepala saya pusing sekali. Tetapi saya tidak bisa meninggalkan pelaminan karena memang resepsi sudah berjalan dan hari kemarin itu adalah hari pernikahan kami. Undangan sudah datang. Pagar ayu sudah sibuk di meja yang dijaganya masing-masing. Kemudian makanan juga tersaji di sana.

Ngomong-ngomong soal makanan nih ya. Sebenarnya makanan yang kami siapkan sejak awal hanya dua dalam perencanaan. Lalu menjadi tiga ketika dirembukkan kembali. Awalnya hanya nasi lengkap dan bakso. Kemudian bertambah satu menu lagi. Bubor Paddas. Makanan khas Kabupaten Sambas yang juga di luar Kalimantan Barat terkenal sebagai makanan khas Pontianak. Maklum Sambas bukanlah ibukota Kalimantan Barat. Wajar jika Bubor Paddas lebih dikenal sebagai makanan khas Pontianak. Namun di Kalimantan Barat sendiri orang akan menyebutnya sebagai makanan khas Sambas.

Bubor Paddas dipilih karena memang menu yang satu ini lebih mudah dibuat. Setelah bumbu rahasianya dimasak. Tinggal masukan sayuran. Tambahannya hanya ikan teri dan kacang goreng. Lalu karena takut makanan kurang, ditambah satu menu lagi. Korket dan sop kikil. Padahal awalnya hanya dua menu untuk tamu undangan. Malah berubah menjadi empat macam saat hari H. Buah sendiri awalnya hanya akan disiapkan jeruk. Tetapi karena lagi-lagi takut buahnya kurang, pihak suami membuat sate buah. Sedangkan jeruk didatangkan langsung dari kampung.


Terdengar sangat melelahkan? Jangan tanya lagi.

@honeylizious

Followers