3 November 2013

Finally: Fyuuuhhhh (1)


Setelah mengikuti berbagai tradisi yang lumayan melelahkan. Sebenarnya sangat melelahkan. Terutama hari akad nikah dan resepsi yang memang dijadikan satu hari. Jadi akad nikahnya dilaksanakan pukul 8.30 pagi. Tepat pukul 8.33 lewat beberapa detik para saksi mengatakan sah. Alhamdulillah.

Pagi itu saya bangun pukul 4.30 pagi. Sebab setelah salat subuh saya pikir para penghias pengantin akan datang untuk mendandani saya. Termasuk membantu mengenakan pakaian pengantin yang beragam pernak-perniknya. Sebenarnya sanngat mengantuk sebab malamnya saya tidur larut sekali. Selain karena teman-temannya, suami saya, duh menuliskan kata 'suami saya' saja rasanya masih cukup aneh, banyak yang datang dan memberikan ucapan selamat sebelum akad nikah dilaksanakan.

Malam sebelum akad nikah saya memang menginap di rumah sang calon suami. Bahkan beberapa malam sebelumnya. Sebab saya dipingit di rumahnya. Tidak memungkinkan bagi kami untuk dipingit di rumah masing-masing yang memang jaraknya berjauhan. Ratusan kilo meter dan terpisah oleh bentangan lautan sebelum akhirnya bisa tiba di kampung saya.

Jadinya semuanya dilaksanakan di rumah sang calon mempelai pria untuk memudahkan semua perkara. Lagipula keluarga saya yang datang tidak begitu ramai sehingga lebih baik memang dilaksakan di pihak laki-laki saja. Sehingga lebih memudahkan keluarga pihak laki-laki untuk datang dan membantu acara dari pranikah, akad nikah, dan resepsi.


Beruntung pihak laki-laki memiliki sebuah keluarga besar yang bisa diandalkan. Kami tidak membutuhkan orang luar untuk membantu semua acara kecuali untuk memasang pelaminan dan mendandani pengantin. Sebab itu akan sangat membutuhkan keahlian seorang perias pengantin supaya hasilnya maksimal. Namanya juga sekali seumur hidup. Pasti kepengen pernikahannya sempurna. Walaupun saya bukan orang yang terobsesi untuk mendapatkan segala sesuatunya yang 'sempurna'. Namun bagi saya semuanya sudah sempurna, sesuai dengan yang saya harapkan. 

@honeylizious

Followers