Langsung ke konten utama

Di Bawah Bukit Kelam



Masih bicara soal Sintang. Lebih tepatnya bakalan ngomongin soal Bukit Kelam yang beberapa waktu lalu saya tulis dan saya unggah gambarnya. Tetapi memang saya tidak masuk ke sana. Sebab hari itu adalah hari terakhir kami di Sintang dan untuk mendatangi tempatnya saja butuh waktu dan tenaga. Tenaga yang paling banyak terkuras. Sebab jalanannya yang hancur dan berlubang. Lagi-lagi masalah jalanan yang menjadi masalah utama tempat wisata di Kalimantan Barat minim peminat. Bahkan jarang yang tahu tentang tempat wisata di sini.

Padahal dengan banyaknya wisatawan. Baik yang dari dalam negeri maupuan luar negeri yang datang tentunya akan menambah pendapatan daerah dan membuat warga punya penghasilan tambahan. Dengan membuka penginapan atau menyediakan tempat makan yang menjual makanan khas. Termasuk toko yang menjual oleh-oleh. Coba saja kalau kita datang ke Bali. Di sana, kita dengan mudahnya menemukan toko yang menjual oleh-oleh khas mereka. Tak tanggung-tanggung ukurannya. Sudah seperti swalayan. Ada yang buka 24 jam lagi.

Sintang, menawarkan banyak sekali makanan yang terbuat dari ikan. Terutama ikan air tawar yang memang melimpah di sini. Bahkan saya mampir ke rumah keluarga suami di Sintang, saya akan menemukan ikan di meja makan. Ikan yang masih segar dan manis. Cukup digoreng dan dicocol ke kecap yang ada cabai dan air jeruknya sudah enak sekali. Bagaimana orang akan mendatangi Sintang kalau jalanannya hancur lebur seperti itu?


Lihat saja pemandangan yang ditawarkan Bukit Kelam seperti digambar yang saya masukkan ke postingan ini. Sayang sekali jika pemandangan ini hanya bisa teman-teman lihat melalui foto tanpa pernah bisa menjejakkan kaki langsung ke tanah hulu Kalimantan Barat ini. Di bawah Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma