21 November 2013

Di Bawah Bukit Kelam



Masih bicara soal Sintang. Lebih tepatnya bakalan ngomongin soal Bukit Kelam yang beberapa waktu lalu saya tulis dan saya unggah gambarnya. Tetapi memang saya tidak masuk ke sana. Sebab hari itu adalah hari terakhir kami di Sintang dan untuk mendatangi tempatnya saja butuh waktu dan tenaga. Tenaga yang paling banyak terkuras. Sebab jalanannya yang hancur dan berlubang. Lagi-lagi masalah jalanan yang menjadi masalah utama tempat wisata di Kalimantan Barat minim peminat. Bahkan jarang yang tahu tentang tempat wisata di sini.

Padahal dengan banyaknya wisatawan. Baik yang dari dalam negeri maupuan luar negeri yang datang tentunya akan menambah pendapatan daerah dan membuat warga punya penghasilan tambahan. Dengan membuka penginapan atau menyediakan tempat makan yang menjual makanan khas. Termasuk toko yang menjual oleh-oleh. Coba saja kalau kita datang ke Bali. Di sana, kita dengan mudahnya menemukan toko yang menjual oleh-oleh khas mereka. Tak tanggung-tanggung ukurannya. Sudah seperti swalayan. Ada yang buka 24 jam lagi.

Sintang, menawarkan banyak sekali makanan yang terbuat dari ikan. Terutama ikan air tawar yang memang melimpah di sini. Bahkan saya mampir ke rumah keluarga suami di Sintang, saya akan menemukan ikan di meja makan. Ikan yang masih segar dan manis. Cukup digoreng dan dicocol ke kecap yang ada cabai dan air jeruknya sudah enak sekali. Bagaimana orang akan mendatangi Sintang kalau jalanannya hancur lebur seperti itu?


Lihat saja pemandangan yang ditawarkan Bukit Kelam seperti digambar yang saya masukkan ke postingan ini. Sayang sekali jika pemandangan ini hanya bisa teman-teman lihat melalui foto tanpa pernah bisa menjejakkan kaki langsung ke tanah hulu Kalimantan Barat ini. Di bawah Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat.

@honeylizious

Followers