Langsung ke konten utama

Blog Komersil Blog yang Baik?


Sejak pertama memiliki blog ini niat saya hanya ingin menulis. Mencatat semua kisah yang terjadi dalam hidup saya. Beberapa di antaranya adalah 'kenangan'. Banyak sekali kenangan yang kadang kita simpan di dalam memori tetapi terendap karena lama sekali tak kita ingat-ingat. Padahal dia ada di sana. Menjadi serpihan yang barangkali suatu hari kita butuhkan untuk mengenang masa lalu. Katakanlah blog ini adalah catatan harian yang saya buka ke publik untuk dibaca kembali oleh anak-anak saya nantinya.

Syukur-syukur mereka bisa melanjutkan blog ini dan mengisinya dengan kisah mereka sendiri. Lalu saya bisa mengatakan bahwa ini blog 'keluarga besar Honeylizious'. Kapan ya saya akan menyebut blog ini demikian. Butuh waktu dan proses yang panjang sih. Hanya bisa berdoa dan berusaha. Lalu menunggu Tuhan mengabulkannya. Semoga. Amien.

Tak pernah terpikirkan oleh saya untuk membuat blog yang akan menghasilkan uang. Sebut saja blog komersil. Sebab sudah banyak orang yang bisa mendapatkan uang dari internet melalui blognya. Banyak juga yang sudah keliling dunia karena mendapatkan sponsor untuk melakukan traveling dan mencatatnya di blog mereka. Tentu terdengar sangat menyenangkan. Bisa jalan-jalan gratis. Siapa yang akan menolak bukan?

Semua itu tentu butuh proses yang panjang. Bahkan bertahun-tahun. Butuh ratusan bahkan ribuan postingan untuk mewujudkannya. Saya yakin blogger yang lain awalnya juga menulis di blog karena mereka suka menulis. Ada juga yang suka fotografi lalu membuat blog fotografi yang memamerkan hasil jepretannya. Membuat blog menjadi album maya yang bisa dinikmati banyak orang.

Membuat blog komersil dan mendapatkan banyak uang terdengar muluk dan menggiurkan. Namun ketika kita berharap hal tersebut bisa terjadi dalam satu malam, dengan satu postingan, itu pasti mimpi di siang bolong. Tak ada anak kecil yang bisa berjalan tanpa jatuh berkali-kali. Dia akan bangkit dan mencoba melangkahkan kakinya menapaki dunia ini.

Demikian pula yang namanya membuat blog komersil. Blog yang menghasilkan uang. Banyak step by step yang bisa kita lakukan. Tapi tak menghasilkan uang dari blog bukan berarti kita kemudian harus berhenti ngeblog dan mengatakan pada diri kita bahwa mencari uang dari blog itu hal yang sangat sulit. Dalam hidup ini tak ada yang mudah. Hanya kita saja yang bisa memutuskan hal mana yang kesulitannya mau kita hadapi dan mana yang mau kita lewatkan begitu saja.

Masih banyak kok di dunia ini blog yang tetap berjalan tanpa menghasilkan uang. Bahkan menghabiskan uang pemiliknya untuk membayar sewa domainnya tiap tahun. Menghabiskan biaya internet yang tak sedikit untuk mengisinya terus-menerus. Sebab blog yang baik bukan blog komersil. Blog yang baik itu blog yang bisa memberikan manfaat buat banyak orang. Satu di antara manfaatnya jika memang kita berhasil membuat blog komersil tentu saja adalah mendatangkan penghasilan untuk kita sendiri sebagai pemilik blog.

Kemudian haruskah kita membuat blog komersil? Kembali lagi pada diri kita masing-masing sih. Banyak orang yang memulai blognya tanpa ada niat membuatnya menjadi blog komersil. Tetapi tawaran kerja sama yang membuat blog tersebut menjadi blog yang komersil berdatangan. Bisa jadi kita mengawali blog kita dengan tema tertentu, bahkan banyak pula yang mengawali blognya sebagai blog yang temanya random. Mana suka saja. Sebab ini blog kita sendiri. Kita yang menentukan ke mana kita akan membawanya.


Selamat ngeblog!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan