18 November 2013

Bagaimana Kalau Kalimantan Barat Jadi Milik Malaysia Saja?


Lagi-lagi bicara soal Kalimantan Barat yang tak kunjung dibenahi oleh pemerintah. Jalanan adalah masalah yang paling utama. Sebab jalanan akan digunakan oleh banyak orang. Tanpa adanya jalanan yang memadai tentu akan membuat masalah yang besar buat banyak orang. Dengan jalanan yang kondisinya seburuk yang sekarang tentu banyak orang yang setengah terisolasi di wilayah timur Kalimantan Barat sendiri. Terisolasi tanpa mereka sadari.

Pembangunan yang paling utama memang membangun jalan. Sebab dengan memberikan akses terbaik untuk warga akan membuat masyarakat bisa membangun wilayah mereka sendiri. Jangankan mau memberikan akses bagi kesehatan dan pendidikan yang baik bagi masyarakat wilayah timur Kalimantan Barat. Memberikan jalanan yang memadai untuk masyarakat saja pemerintah tidak becus.

Seorang pejabat dengan santainya mengatakan betapa lebaynya masyarakat menanggapi isu ini. Sampai membuat Gerakan Rp1.000 untuk Jalan Sanggau. Lebay buat dia. Padahal itu sudah menandakan masyarakat sudah tak sanggup lagi membiarkan jalanan di tempat mereka semakin hancur. Sebab kondisi yang sekarang saja sudah cukup menyulitkan. Apabila dibiarkan terlalu lama tentunya akan menambah rentetan masalah yang sudah ada.

Apakah saat masyarakat sudah tak bisa ke mana-mana, setidaknya harus naik pesawat hanya untuk ke kabupaten yang lain, pemerintah baru akan membenahi jalanan untuk mereka?

Sering terpikir oleh saya, kalau memang pemerintah tidak sanggup membenahi Kalimantan Barat mengapa tak dilepaskan saja. Bagaimana kalau dialihkan menjadi negara bagian untuk Malaysia? Sebab pemerintah negara Malaysia jauh lebih dekat dibandingkan pemerintah negara Indonesia. Indonesia terlalu besar untuk Indonesia sendiri. Terlalu banyak pulau yang harus diurus. Mengurus masalah jalanan saja Indonesia tidak sanggup. Belum lagi proyek pembangunan yang banyak mengalami khitanan sehingga kualitas jalan yang buruk hanya diperbaiki seadanya. Makin banyak yang mengeruk keuntungan untuk pribadinya sendiri.


Ini hanya keluh-kesah, bukan berarti saya kehilangan rasa cinta pada negara saya sendiri. Tapi bagaimana bisa terus mencintai kalau Indonesia rasanya 'menyakiti' kekasihnya sendiri di Kalimantan Barat?

@honeylizious

Followers