1 November 2013

A Baby Boo


Memikirkan akan menikah dan memiliki keturunan memang sesuatu yang menyenangkan. Bagaimana melihat seorang anak membesar dan dirinya merupakan bagian dari darah dan daging kita. Tentunya akan sangat menyenangkan mendengar suaranya. Memeluk suaranya. Menggendong tubuhnya setinggi mungkin. Lalu dia akan tertawa terbahak-bahak.

Dulu memang itu yang dilakukan Aki saat membesarkan saya. Dia yang dengan penuh kasih sayang membesarkan cucunya yang gendut dan hitam. Bahkan dengan rambut yang sedikit sekali di kepalanya. Tetap saja mengenakan tutu dress yang paling disukainya. Aki yang menggendong dengan napasnya yang kadang memendek karena dirinya asma.

Dia melihat saya sebagai bagian dirinya yang akan menjadi penerus keluarga besar yang dia jaga. Aki yang selalu menjadi laki-laki yang paling mencintai saya. Hari ini, saat menuliskan postingan ini, betapa saya ingin dia berada di sini. Di samping saya yang segera akan membuat sebuah keluarga yang baru. Memulai sebuah kehidupan yang baru bersama laki-laki yang mencintai saya. Walaupun saya tahu tak akan ada satu orang pun laki-laki di dunia ini yang punya cara mencintai sedalam Aki mencintai saya.

Sebelas tahun sudah berlalu sejak saya melihat wajahnya untuk terakhir kalinya dan tak akan ada lagi wajah itu saya temukan saat saya merindukannya. Suaranya masih terdengar jelas di telinga saya. Memanggil-manggil ketika dia membutuhkan sesuatu. Stroke yang menyerangnya untuk pertama kali. Matanya yang kadang dihiasi sebuah kaca mata yang usang saat dia membaca. Tubuhnya yang kurus dan hitam terbakar matahari karena berjibaku dengan tanah dan lumpur di sawah.

Dia laki-laki terhebat yang akan selalu menjadi penguat hari-hari saya selanjutnya.

Dari laki-laki itu saya belajar banyak hal. Belajar untuk menghargai seseorang yang akan menjadi bagian dari diri saya suatu hari nanti dan memanggil saya dengan sebutan ‘Umak’. Selalu ingin dipanggil seperti saya memanggil ibu saya. Umak. Bukan bunda atau mama yang selalu digunakan oleh orang kota. Saya tetap orang kampung yang bangga sebagai orang kampung dan tak ingin dia memanggil saya dengan panggilan yang lebih ‘modern’.


A baby boo, come to my life, and I will love you!

@honeylizious

Followers