Langsung ke konten utama

A Baby Boo


Memikirkan akan menikah dan memiliki keturunan memang sesuatu yang menyenangkan. Bagaimana melihat seorang anak membesar dan dirinya merupakan bagian dari darah dan daging kita. Tentunya akan sangat menyenangkan mendengar suaranya. Memeluk suaranya. Menggendong tubuhnya setinggi mungkin. Lalu dia akan tertawa terbahak-bahak.

Dulu memang itu yang dilakukan Aki saat membesarkan saya. Dia yang dengan penuh kasih sayang membesarkan cucunya yang gendut dan hitam. Bahkan dengan rambut yang sedikit sekali di kepalanya. Tetap saja mengenakan tutu dress yang paling disukainya. Aki yang menggendong dengan napasnya yang kadang memendek karena dirinya asma.

Dia melihat saya sebagai bagian dirinya yang akan menjadi penerus keluarga besar yang dia jaga. Aki yang selalu menjadi laki-laki yang paling mencintai saya. Hari ini, saat menuliskan postingan ini, betapa saya ingin dia berada di sini. Di samping saya yang segera akan membuat sebuah keluarga yang baru. Memulai sebuah kehidupan yang baru bersama laki-laki yang mencintai saya. Walaupun saya tahu tak akan ada satu orang pun laki-laki di dunia ini yang punya cara mencintai sedalam Aki mencintai saya.

Sebelas tahun sudah berlalu sejak saya melihat wajahnya untuk terakhir kalinya dan tak akan ada lagi wajah itu saya temukan saat saya merindukannya. Suaranya masih terdengar jelas di telinga saya. Memanggil-manggil ketika dia membutuhkan sesuatu. Stroke yang menyerangnya untuk pertama kali. Matanya yang kadang dihiasi sebuah kaca mata yang usang saat dia membaca. Tubuhnya yang kurus dan hitam terbakar matahari karena berjibaku dengan tanah dan lumpur di sawah.

Dia laki-laki terhebat yang akan selalu menjadi penguat hari-hari saya selanjutnya.

Dari laki-laki itu saya belajar banyak hal. Belajar untuk menghargai seseorang yang akan menjadi bagian dari diri saya suatu hari nanti dan memanggil saya dengan sebutan ‘Umak’. Selalu ingin dipanggil seperti saya memanggil ibu saya. Umak. Bukan bunda atau mama yang selalu digunakan oleh orang kota. Saya tetap orang kampung yang bangga sebagai orang kampung dan tak ingin dia memanggil saya dengan panggilan yang lebih ‘modern’.


A baby boo, come to my life, and I will love you!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma