Langsung ke konten utama

Terbuka Terhadap Hal yang Baru dan Lihat Apa yang Menunggumu


Di sosial media memang menemukan orang-orang yang sama sekali belum pernah kita kenal sebelumnya adalah hal yang sangat lumrah. Beda pulau, beda negara juga bukan hal yang mustahil. Dengan mudah kita bisa berinteraksi dengan siapa saja. Bahkan saat kita baru saja bangun tidur. Masih belum mencuci muka atau sarapan. Mengenakan baju yang tadi malam kita pakai. Mata yang setengah mengantuk. Tak ada yang mustahil. Semuanya begitu mudah seperti membuka kunci layar smartphone 'layar-usap' milik kita.

Tetapi seberapa banyak orang yang mau membuka diri untuk berkenalan dengan orang lain. Membuka komunikasi antara dirinya dengan orang-orang baru. Tak semua orang akan menyapa kita untuk berkenalan dengan diri kita. Alangkah lebih baiknya kita yang lebih dulu membuka jalan itu sehingga kita bisa mengenal mereka dan mempelajari banyak hal baru yang bisa diajarkan pada kita. Begitu juga kita. Saling berbagi antara satu dengan yang lainnya. Sayang kalau sosial media hanya digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Menghujat orang secara anonim misalnya.

Membuka diri dan menerima hal-hal yang baru yang tentunya bermanfaat buat kita tak akan pernah bisa kita tebak akan membawa apa pada kehidupan kita. Meskipun banyak orang yang mengatakan hati-hati dengan orang yang kita kenal di dunia maya. Tak semuanya bisa dipercaya. Sebenarnya sama saja. Orang di dunia nyata juga demikian. Seorang teman pernah mengatakan pada saya bahwa sebenarnya orang yang paling berpotensi untuk menyakiti kita adalah orang yang dekat dengan kita. Entah itu dekat secara nyata atau dekat secara emosional. Bukan hanya kekasih ya. Keluarga atau sahabat juga bisa.


Tak adalahnya terbuka untuk hal-hal yang baru di sekitar kita. Baik maya ataupun nyata. Karena di balik itu semua ada yang sudah menunggu kita.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan