19 Oktober 2013

Terbuka Terhadap Hal yang Baru dan Lihat Apa yang Menunggumu


Di sosial media memang menemukan orang-orang yang sama sekali belum pernah kita kenal sebelumnya adalah hal yang sangat lumrah. Beda pulau, beda negara juga bukan hal yang mustahil. Dengan mudah kita bisa berinteraksi dengan siapa saja. Bahkan saat kita baru saja bangun tidur. Masih belum mencuci muka atau sarapan. Mengenakan baju yang tadi malam kita pakai. Mata yang setengah mengantuk. Tak ada yang mustahil. Semuanya begitu mudah seperti membuka kunci layar smartphone 'layar-usap' milik kita.

Tetapi seberapa banyak orang yang mau membuka diri untuk berkenalan dengan orang lain. Membuka komunikasi antara dirinya dengan orang-orang baru. Tak semua orang akan menyapa kita untuk berkenalan dengan diri kita. Alangkah lebih baiknya kita yang lebih dulu membuka jalan itu sehingga kita bisa mengenal mereka dan mempelajari banyak hal baru yang bisa diajarkan pada kita. Begitu juga kita. Saling berbagi antara satu dengan yang lainnya. Sayang kalau sosial media hanya digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Menghujat orang secara anonim misalnya.

Membuka diri dan menerima hal-hal yang baru yang tentunya bermanfaat buat kita tak akan pernah bisa kita tebak akan membawa apa pada kehidupan kita. Meskipun banyak orang yang mengatakan hati-hati dengan orang yang kita kenal di dunia maya. Tak semuanya bisa dipercaya. Sebenarnya sama saja. Orang di dunia nyata juga demikian. Seorang teman pernah mengatakan pada saya bahwa sebenarnya orang yang paling berpotensi untuk menyakiti kita adalah orang yang dekat dengan kita. Entah itu dekat secara nyata atau dekat secara emosional. Bukan hanya kekasih ya. Keluarga atau sahabat juga bisa.


Tak adalahnya terbuka untuk hal-hal yang baru di sekitar kita. Baik maya ataupun nyata. Karena di balik itu semua ada yang sudah menunggu kita.

@honeylizious

Followers