24 Oktober 2013

Stop Topeng Monyet


Sudah sering bertemu ‘sirkus’ yang satu ini? Kayaknya hanya ada di Indonesia deh Topeng Monyet ini. Tapi kurang tahu juga kalau ada negara-negara lain yang masyarakatnya sampai hati untuk menyiksa hewan ini dan menikmatinya sebagai tontonan yang menghibur. Memang seekor monyet terlihat hebat bisa melakukan berbagai atraksi yang menyerupai manusia. Naik motor. Bersepeda. Mengenakan topeng. Dan masih banyak lagi barangkali. Jujur, saya juga pernah menjadi satu di antara banyak orang yang menikmati tontonan tersebut.

Tapi ketika melihat ekspresi wajah monyet yang sedang melakukan atraksi tersebut, timbul rasa iba. Semua yang dia lakukan itu dengan rantai yang melekat di lehernya. Banyak hal yang dilewati sang monyet untuk menjadi seorang pemain Topeng Monyet. Tak terbayangkan bagaimana menyebalkannya leher terikat seperti itu. Hanya demi menghibur manusia yang seakan sudah kekurangan hiburan. Apakah kita butuh Topeng Monyet untuk menyenangkan anak-anak kita? Dulu waktu kecil saya tak menemukan satu Topeng Monyet pun di kampung saya dan saya tetap memiliki banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan.

Melatih monyet untuk melakukan atraksi dengan mengikat lehernya dengan rantai. Menyiksanya dengan banyak hal yang lain. Saya yakin pelatihnya melakukan banyak kekasaran yang lain supaya monyetnya menurut. Kalau memang ingin membuat seekor monyet bisa melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan monyet pada umumnya, bagaimana kalau dengan membujuknya? Mengajarinya dengan kelembutan? Seperti banyak anjing yang terlatih untuk menguasai sebuah keterampilan. Bahkan ikan lumba-lumba pun bisa memberikan hiburan pada manusia tanpa mengalami siksaan seperti monyet yang harus menjadi Topeng Monyet.

Coba lihat ke dalam mata monyet yang melakukan atraksi Topeng Monyet itu. Matanya memperlihatkan kesedihan. Bagaimana tidak inginnya dia melakukan itu semua. Lepaskan lehernya dari rantai yang menyakitkan itu. Dia memiliki nyawa. Bahkan pohon pun memiliki nyawa. Bebaskan dia. Biarkan dia menjalani kehidupan yang menyenangkan sebagai seekor monyet. Walaupun kehidupannya harus berakhir di tepi sungai, diterkam buaya saat sedang minum air di sungai tersebut.

Biarkan mereka hidup seperti kehidupan yang seharusnya mereka jalani sebagai seekor monyet. Bukan seekor topeng monyet.


Stop Topeng Monyet sekarang juga!

Related Posts

Stop Topeng Monyet
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.