6 Oktober 2013

Si Do’i


Dulu waktu baca majalah remaja suka menemukan istilah ‘si do’i’ atau ‘doski’. Sebenarnya tak begitu bisa mencari perbedaan jelas antara keduanya. Apakah ‘do’i’ itu digunakan untuk laki-laki? Lalu ‘doski’ buat cewek? Kalilah...

Tapi namanya anak-anak menemukan sebuah istilah asing, apalagi di Bakau, Jawai, Sambas, Kalimantan Barat bahasa Indonesia itu asing sekali. Saya lebih familiar dengan bahasa Malaysia. Sebab di sini siaran televisi Malaysia bisa didapatkan dengan sebuah antena sederhana. Beda dengan siaran stasiun televisi swasta Indonesia yang butuh parabola dan alat canggih lainnya. Itu di kampung saya. Di Pontianak sih cukup antena kecil yang bisa ditempelin ke dinding kamar juga sudah dapat siaran televisi Indonesia.

Saya yang waktu itu masih anak-anak merasa istilah ‘do’i’ atau ‘doski’ rasanya menemukan istilah terajaib. Malu-malu mengingatnya di kepala dan melafalkannya pelan-pelan. Takut didengar orang lain. Di majalah remaja yang sebenarnya untuk anak-anak remaja yang sudah tahu tentang ‘pacaran’ memang banyak sekali istilah-istilah yang membuat jantung saya berdebar membacanya.


Mulai berpikir, kapan ya saya punya ‘si do’i’?

@honeylizious

Followers