23 Oktober 2013

Serabi Notosuman


Sudah lama sekali saya makan serabi yang ini, tapi baru ingat sekarang untuk menuliskannya. Beberapa kali sudah berjanji untuk menuliskannya di blog ini tetapi kemudian lupa dan menuliskan hal lain pula. Sekarang saya benar-benar akan menuliskannya. Hahaha...

Di Solo, sebenarnya saya tak berharap banyak mengenai kuliner. Menemukan banyak makanan yang tak sesuai dengan lidah saya membuat saya urung untuk berburu kuliner terlalu banyak. Intinya saya lebih banyak membeli pernak-pernik dan pakaian buat dibawa pulang dibandingkan mencoba makanan yang ada di Solo. Sebab pertama kali makan makanan di Solo, perut saya mulas besoknya dan saya harus beberapa kali bolak-balik kamar mandi. Inilah susahnya kalau lidah Melayu yang lebih suka cencalok dan ikan asam pedas.

Tetapi karena banyak yang menyarankan untuk mencoba serabi yang satu ini, saya rasa tak ada salahnya untuk mencoba dan memang saya harus mengatakan orang-orang yang memberi saran itu benar. Serabi ini tak sulit saya habiskan. Saya membeli berbagai rasa dan serabinya memang enak sekali. Di Pontianak sulit menemukan orang yang khusus menjual serabi seperti ini. Serabi Notosuman ini bahkan punya banyak sekali loyang yang digunakan untuk mencetak dan memasak serabi-serabi yang mereka jual.


Lembutnya bagian serabi dan manis gurihnya membuat lidah bergoyang dan saya harus menahan diri kekenyangan saat berusaha menghabiskan sekotak serabi ini. Semua orang yang datang ke Solo wajib coba serabi ini. Semua orang tahu lokasinya. Naik taksi di Solo juga tidak terlalu mahal kok.

Related Posts

Serabi Notosuman
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.