28 Oktober 2013

Sejak Kapan Ketek Harus Bebas Bulu?

Barangkali ini akan menjadi tulisan terabsurd di antara ribuan tulisan yang banyak membahas mengenai traveling dan kuliner yang ada di Kalimantan Barat. Ini tidak akan membahas makanan apa pun atau tempat wisata mana pun yang terdapat di Kota Pontianak, kota palign bersinar.

Saya hanya mengingat beberapa tahun, sebenarnya belasan tahun yang lalu, beberapa film layar lebar Indonesia yang kemudian ditayangkan di televisi yang membuat saya sedikit heran dengan perubahan jaman sekarang. Dulu waktu Meriam Belina masih sangat muda dan memulai kariernya saya ingat dengan baik bagaimana kondisi ketiak aktris yang terpampang wajahnya di layar kaca. Saat sedang mengenakan bikini atau baju aerobik kita akan bebas melihat ketiak aktris tersebut yang memperlihatkan betapa lebatnya bulu ketiak artis perempuan di dalam film tersebut.

Mereka dengan bangga memperlihatkan betapa lebatnya bulu ketek mereka. Tak ada satu orang pun yang mencukur atau mencabut bulu ketiaknya. Seakan-akan lebatnya bulu ketiak menjadi nilai jual lebih bagi mereka. Apakah memang saat itu produser yang menginginkan mereka memperlihatkan ketiaknya atau memang saat itu bulu ketiak lebat sedang ngetrend? Entahlah saya sendiri tidak tahu karena memang kebetulan saat itu saya sendiri ketiaknya masih belum tumbuh bulu.

Lalu entah bagaimana ceritanya, bulu ketiak perempuan yang menjadi pemain film ini menghilang. Tidak tahu kapan tepatnya tapi memang banyak perempuan berlomba-lomba untuk menghilangkan bulu ketiaknya dengan berbagai cara. Semakin bersih ketiaknya dari bulu semakin tinggi pula tingkat kepercayaan dirinya. Saya juga rasanya waktu itu belum tumbuh bulu ketiak. Semakin lama semakin banyak yang merasa malu apabila ketahuan bulu ketiaknya lebat atau malas membersihkan ketiaknya. Padahal kalau dipikir-pikir, dulu banyak yang dengan percaya diri membuka ketiaknya di depan kamera dan dilihat seisi dunia.

Apakah karena standar ukuran cantik untuk seorang perempuan mulai bergeser?

Jangan-jangan dulunya memang perempuan dengan bulu ketiak yang paling lebat akan dianggap perempuan yang paling cantik? Sekarang malah berbanding terbalik. Kalau memang itu menjadi standar 'cantik' jaman dulu dan sekarang sih. Sebab sekarang malah merasa cantik dengan ketek yang bersih dari bulu. Apakah ini sebuah konspirasi yang melibatkan bulu ketek?

Kalau bertanya pada saya sendiri apakah perempuan harus beres bulu ketiaknya baru bisa disebut sebagai perempuan yang memperhatikan diri sendiri? Saya sendiri tidak terlalu pusing dengan bulu ketiak walaupun saya tetap membersihkannya tapi bukan berarti saya membuat ketek saya bebas sekali dari bulu sampai-sampai tak ada satu bulu pun yang menempel di sana. Saya membersihkan sekadarnya. Cukup jangan ada bau yang tidak enak di sana. Jadi bukan ketek yang benar-benar bebas dari bulu seperti yang ada di dalam iklan pembersih bulu ketek tersebut.

Saya juga tak menggunakan busa khusus untuk ketiak supaya bulu saya bersih hingga ke bagian yang terpendek dan membuat ketiak saya menjadi halus dan bersih. Toh pada akhirnya bulu itu akan tumbuh lagi dan lagi. Capek juga kalau terobsesi dengan ketiak yang bebas dari bulu. Kecuali memang yang bulu ketiaknya tidak begitu lebat pasti tak masalah membersihkan sehabis-habisnya.


Kamu sendiri bagaimana ketiaknya? Apakah sudah bebas bulu atau masih tetap mempertahankan sebuah hutan di sana? Hahaha... benar kan? Pada akhirnya postingan ini menjadi postingan terabsurd sepanjang dua tahun saya ngeblog di sini. Tetapi memang demikian adanya yang selalu mengganggu pikiran saya. Ada yang mengganggu jika sekarang saya tak menuliskannya.

@honeylizious

Followers