24 Oktober 2013

Rewriter


Sejak duduk di bangku sekolah rasanya kita sering diajarkan untuk menjadi orang yanbg menuliskan sebuah cerita yang sudah kit abaca dengan bahasa kita sendiri. Ternyata di dunia blog juga banyak orang yang menggunakan ilmu yang dia temukan di bangku sekolah tersebut dan memanfaatkannya untuk menghasilkan tulisan baru yang berbeda meksipun terinspirasi dari tulisan yang sudah dia baca. Ada beberapa hal yang terlihat serupa tetapi kata-kata yang dipilihnya berbeda. Tentu ini tidak sama dengan yang namanya copy paster yang tanpa lihat-lihat langsung mengambil begitu saja tulisan dari berbagai blog dan web. Lalu menyatukannya di blognya.

Apakah blog itu seperti sebuah selimut perca yang berasal dari banyak perca lalu dijahit menjadi satu? Meskipun terlihat menarik karena banyak sekali motif di dalamnya, tetap saja selimut tersebut merupakan potongan-potongan dari kain yang sebelumnya merupakan kain yang digunakan untuk membuat pakaian. Melihatnya sekali kita sudah tahu selimut perca tersebut bukanlah sesuatu yang benar-benar ingin dibuat sebelumnya. Namun selimut itu masih memiliki nilai dibandingkan blog yang isinya hanya hasil comot sana-sini tanpa ada usaha untuk menuliskannya kembali dengan bahasa sendiri.

Rewriter, penulis kembali, orang yang berusaha menggunakan bahasanya sendiri untuk menyampaikan sesuatu yang sebelumnya dia baca. Seperti kita yang sudah membaca koran, tentang berita pembunuhan. Untuk menyampaikannya pada orang lain tentu kita tak perlu menghapalkan semua tulisan yang kit abaca di koran dan membacanya ulang sama persis dengan yang tertulis di sana. Cukup ingat intinya saja dan ceritakan kembali dan gaya bercerita kita. Bahasa kita sendiri.

Before you try to be a writer, maybe you can learn how to be a rewriter.

@honeylizious

Followers