Langsung ke konten utama

Pontianak, Anyone?


Bulan depan ke Pontianak ya. Akan aku tunjukkan kebudayaan masyarakat lokal saat mengadakan sebuah pernikahan. Bagaimana prosesi awal hingga akhirnya. Tentu saja yang mainstream dan ‘yang biasanya’. Memang tak akan menemukan ‘tarup’ yang biasanya ada pada pesat pernikahan adat Sambas. Sambas memang lebih lokal lagi bagi saya. Sebab saya besar dan lahir di sana. Hingga akhirnya 8 tahun yang lalu memutuskan untuk menjadi warga Pontianak, meskipun sampai sekarang tak memegang KTP Pontianak.

Di Pontianak telinga orang yang baru pertama kali ke sini barangkali akan sedikit keseleo karena mendengar bahasa Melayu yang mirip dengan bahasa Malaysia. Bahkan banyak makanan yang serupa antara Pontianak dan Malaysia. Bisa jadi karena wilayah Pontianak yang dekat dengan perbatasan negara Malaysia. Tak butuh ongkos besar untuk datang ke sana. Berbekalkan beberapa ratus ribu sudah bisa pulang pergi ke Kuching. Itu sebabnya banyak orang Kalimantan Barat yang sakit parah akan memilih untuk berobat ke Kuching dibandingkan ke Jakarta atau negara lainnya.

Banyak yang mengeluhkan makanan di Pontianak yang mahal belum lagi penginapannya. Sehingga tak jarang orang enggan datang ke sini. Belum lagi cuacanya yang ‘bedengkang’. Tenang di sini hanya perlu pandai-pandai memilih rumah makan dan penginapan. Banyak kok rumah makan yang menawarkan makanan yang murah-murah dan penginapan yang terjangkau. Sebuah wisma di Jalan Imam Bonjol menawarkan penginapan yang bisa diisi dua tiga orang hanya dengan biaya 50.000IDR per malamnya. Murah bukan?

Masih banyak hal yang menarik tentang Pontianak. Silakan baca tulisan terkait.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…