Langsung ke konten utama

Pemotret Awan


Setiap kali melihat awan yang menggumpal di langit tangan saya akan gatal sekali ingin mengabadikan awan tersebut. Langit yang biru sebagai latarnya dan awan-awan yang membentuk wujud yang kadang serupa dengan sesuatu hal membuat saya ingin memotretnya. Memang tak setiap kali saya menemukan awan yang indah bentuknya dan bisa langsung menjepretnya sebab kadang posisi saya yang tak memungkinkan. Paling sering melihat awan yang indah itu dari atas jembatan tol. Tentu saja tak mungkin bagi saya untuk turun dari kendaraan dan mengeluarkan kamera. Apalagi saya paling sering melewati jembatan itu dengan sepeda motor. Akan mengganggu lalu lintas jika saya memaksa untuk menjepret awan tersebut dari lokasi yang sibuk itu.

Tapi saya selalu suka melihat ke langit dan melihat awan-awan yang berarak. Apalagi kalau sedang berada di tepi Sungai Kapuas. Awan adalah objek pertama yang saya lihat untuk diabadikan. Sebab awan terlihat seperti gumpalan gula kapas yang mengingatkan saya pada jajanan masa kecil yang selalu saya rindukan. Sayang banyak yang menjualnya menggunakan zat pewarna yang bukan untuk makanan. Sehingga saya takut untuk membelinya. Apalagi kalau gula kapas tersebut berwarna merah.


Awan yang berada di langit sana akan terlihat pula oleh orang yang memandang ke langit. Langit adalah tempat saya menambatkan rindu. Sebab saya selalu merindukan orang yang jauh dari sisi saya. Meskipun demikian saya tahu mereka dinaungi oleh langit yang sama. Langit yang kala itu saya lihat dari tempat saya berada.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma