23 Oktober 2013

Ngeblog dengan Kertas dan Pena


Sesekali memang dibutuhkan cara yang berbeda untuk menghilangkan kebosanan berada di depan PC. Menatap layar datar yang dingin. Berbeda dengan kertas dan pena yang rasanya lebih bersahabat pada jemari dan pikiran kita. Tak ada istilah typo apalagi backspace. Kalau memang melakukan kesalahan sebaiknya langsung coret saja dan lanjutkan menulisnya. Jangan bermain dengan type-X. Ah sudah lama sekali tak memegang type-X. Memang saya sendiri bukanlah orang yang terlalu rapi soal menulis. Kalau salah untuk apa sibuk mencari type-X dan membuat waktu sekian detik bahkan menit untuk memperbaiki tulisan tersebut karena memang butuh waktu untuk mengeringkan setiap tetes cat putih tersebut lalu menuliskan tulisan baru di atasnya yang kita anggap lebih benar.

Kali ini saya ingin bermain dengan kertas. Menuliskan semua ide dengan pena seperti dulu pernah saya lakukan bertahun-tahun sejak duduk di sekolah dasar. Ada hal-hal yang saya tinggalkan semenjak digitalisasi merasuk ke Indonesia. Budaya menulis dengan pena dan kertas semakin jarang saya lakukan. Memang sih dengan meniadakan penggunaan kertas menghemat sumber daya alam yang dibutuhkan untuk membuat buku tulis tersebut. Tapi ya karena buku tersebut tergeletak di lantai, ada baiknya saya gunakan untuk menulis.

Ngeblog dulu di kertas dan pena. Nanti barulah memindahkannya ke blog setelah selesai menuliskannya di sana. Sambil mengedit ide yang sudah dituliskan dengan jemari. Tanpa mengetiknya langsung di blog. Cara yang baru barangkali akan menyenangkan untuk dilakukan.


Bagaimana denganmu?

Related Posts

Ngeblog dengan Kertas dan Pena
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.