3 Oktober 2013

Nandur


Setelah ‘nuggal’ ada lagi proses lanjutan untuk membuat padi tumbuh di sawah. Kegiatan berikutnya adalah nandur. Ini proses penanaman padi yang sudah tumbuh dari benih-benih padi sebelumnya. Jadi mirip dengan rumput. Proses ini dibutuhkan untuk memisahkan rumpun padi supaya lebih jarang antara satu sama lain. Karena waktu nuggal satu lubang diisi dengan banyak sekali benih. Kalau tidak ada pemisahan rumpun-rumpun padi ini nantinya padi tidak akan bisa memberikan hasil yang maksimal.

Benih padi yang sudah seperti rumput itu diambil dari lubang hingga tak tersisa lalu dibagi menjadi beberapa bagian. Di proses ini biasanya sawah sudah diairi sehingga tidak dibutuhkan lagi tuggal untuk membuat lubang bibit padi. Biasanya Aki hanya menggunakan perkiraan saja antara jarak dan banyaknya rumpun padi yang berada dalam satu bagian.

Pada masa ini Aki juga menyempat diri untuk mengumpulan siput-siput yang dia temukan di sawah. Siputnya berwarna hitam dan saat sampai di rumah akan langsung dimasukkan ke dalam tunggu yang masih ada bara. Dibakar langsung di sana setelah dicuci di sawah. Aki tahu sekali saya suka makan siput-siput sawah bawaannya. Memang tak banyak biasanya siput yang Aki bawa, tapi selalu menjadi hal yang menyenangkan untuk diingat bagaimana menyenangkannya masa itu.


Rasanya baru kemarin daging siput panas itu ditiup supaya agak dingin dan dikeluarkan dari cangkangnya dan masuk ke dalam mulut saya. Rindu masa-masa itu dan ingin kembali makan siput sawah seperti masa kecil dulu. :’)

@honeylizious

Followers