24 Oktober 2013

Menulislah Tanpa Berpikir


Sering kita kelamaan berpikir saat akan memulai sebuah tulisan. Apalagi jika kita akan menulis sebuah novel untuk mengikuti perlombaan. Banyak hal yang keluar masuk dalam pikiran kita. Tentunya ini akan sangat mengganggu konsentrasi kita yang akan menyelesaikan tulisan tersebut. Sayang jika pada akhirnya karena terlalu banyak mikir kita melewatkan kesempatan untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Tulisan buat perlombaan. Katakanlah kita memang tidak akan memenangkan lombanya tapi kita tak akan pernah tahu sebelum mengikutinya. Saat sudah mengerahkan semua kemampuan dan menyelesaikan persyaratan yang dibutuhkan untuk lomba tersebut barulah kita siap menerima sebuah pembelajaran yang sangat penting ketika kita tidak memenangkan perlombaannya.

Lomba hanya soal menang dan belajar. Kalau memang kita menang itu adalah buah dari segala usaha yang sudah kita kerahkan. Sedangkan kalau kita tidak menang saatnya untuk mengoreksi diri kita sendiri. Menemukan apa yang seharusnya kita lakukan untuk menang. Apa kekurangan kita sehingga kita bisa tidak berada di kursi juara. Walaupun kadang ada panitia yang mau saja mencurangi pesertanya dan membuat orang yang sudah menang berada di kursi kedua. Seharusnya dia yang duduk dan memegang kemenangan yang sesungguhnya. Itu lain cerita dan hanya ada pada beberapa kasus saja.

Kebanyakan lomba lainnya tak akan mencurangi pemenangnya seperti itu. Kalau bicara soal kecurangan sebenarnya saya pernah terlibat dalam sebuah lomba yang aneh. Aneh sekali cara panitia memilih pemenangnya. Waktu itu sebuah web diluncurkan dan isinya adalah sebuah radio streaming. Mengadakan lomba menulis untuk blogger dan yang menang akan mendapatkan sebuah smartphone android. Waktu itu masih tak sebanyak sekarang yang menggunakan android dan ternyata yang dimenangkan itu banyak menuai protes. Dari yang bilang blognya abal-abal sampai yang bilang tulisannya tidak sebagus peserta yang lain. Saya sih waktu itu hanya diam saja setelah membaca tulisan yang menang. Tetapi setelah itu tentu saja tak ada kabar dari 'pemenang' ini. Saya pikir sih panitia tak punya uang buat mengadakan lomba tapi ingin radio streamingnya cepat terkenal. Jadi caranya adalah dengan membuat lomba yang akan mengundang banyak peserta. Pada akhirnya panitia sendiri akan membuat blog untuk mewujudkan seorang pemenang yang sebenarnya tak perlu diberikan hadiah. Karena semuanya fiktif.


Kembali ke jalan yang benar. Membahas menulis tanpa berpikir. Banyak pikiran yang mengganggu sebaiknya dilupakan saja. Menulislah untuk dirimu sendiri. Selama dirimu suka dan menikmatinya, menulislah. Jangan pikirkan di luar itu. Selamat menulis.

@honeylizious

Followers