Langsung ke konten utama

Menulislah dengan Bebas


Sepertinya saya sudah pernah menuliskan tentang ini. Tapi saya lupa kapan tepatnya. Mau mencari tulisan itu malas sekali. Padahal tinggal ketik sedikit kata-kata maka tautan menuju tulisan tersebut akan muncul dalam hitungan detik.

Ada yang bertanya bagaimana caranya menemukan ide-ide untuk tulisan baru. Sebenarnya banyak kok tulisan yang sebenarnya berasal dari ide lama di blog ini. Mendaur ulang ide sendiri tentunya sesuatu yang jauh lebih mudah dibandingkan mengambil ide orang lain. Tak selamanya tulisan kita mengenai sesuatu benar adanya. Barangkali ada fakta yang berubah beberapa waktu kemudian sehingga tulisan tersebut harus kita revisi.

Merevisi tulisan bukan berarti kita mengedit tulisan lama dan mengubahnya. Bukankah lebih baik membuat tulisan baru dan mengatakan bahwa ada perubahan dalam tulisan lama yang sebelumnya sudah diterbitkan.

Kalau memang ingin menemukan ide untuk tulisan berikutnya sebenarnya kita harus melepaskan rasa takut untuk menulis. Jangan terlalu berat berpikir mengenai bagaimana komentar orang mengenai tulisan tersebut. Menulislah dengan bebas. Dengan berani. Seperti anak kecil yang belajar bicara. Ada yang cadel dan salah mengucapkan kata-kata tapi dia tetap saja bicara. Tak peduli dengan omongan orang di sekitarnya. Karena memang dia memang belum mengerti. Jadilah penulisyang tuli. Jangan dengarkan ocehan orang. Menulis saja.


Menulislah sekarang.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…