7 Oktober 2013

Menulis Tanpa Pembaca


Ketakutan seseorang untuk menelurkan tulisan biasanya karena terlalu banyak memikirkan tentang tanggapan pembaca pada saat tulisan tersebut selesai dibaca. Kritik yang barangkali akan mematahkan semangatnya. Belum lagi kesalahan yang disebutkan banyak orang. Tak semua orang bisa menerima itu lo. Percaya deh terlalu banyak memikirkan pendapat orang lain menjadi problematika yang cukup mengganggu banyak penulis pemula.

Tetapi ketika kita melupakan semua orang yang pada akhirnya akan membaca tulisan kita. Jangan dengarkan kritikan yang mereka berikan jika memang itu membuat kita merasa jatuh dan tak percata diri. Jadilah penulis yang tuli. Kemudian menulislah dengan bebas dan anggap dirimua menulis tanpa pembaca. Tak aka nada yang membacanya. Kira-kira apa yang akan kamu tuliskan?


Menulis tanpa pemnbaca itu seperti kita menulis di sebuah diary yang kuncinya hanya kita sendiri yang menyimpannya. Kita biasanya akan mengeluarkan semuanya di sana.

@honeylizious

Followers