Langsung ke konten utama

Menulis dengan Cepat

WeHeartIt

Rasanya menulis dengan cepat akhir-akhir ini menjadi senjata yang paling berguna. Semenjak memulainya bulan Maret lalu. Menulis dengan cepat adalah yang terbiasa saya lakukan. Apalagi ketika semuanya mulai melewati angka 5 tulisan sehari. Itu mengetiknya sudah gila-gilaan. Sebab selain harus berpikir dengan cepat, banyak yang harus diselesaikan di luar ngeblog itu sendiri. Hidup kan bukan hanya tentang ngeblog tetapi ngeblog memang tentang kehidupan. Hehehe...

Jurus menulis dengan cepat memang cukup membantu untuk mengejar semua target menulis di setiap tantangan menulis perharinya. Apalagi kalau sedang mengejar lomba menulis yang terus saja bermunculan setiap hari. Nah sekarang ada lomba menulis yang deadlinenya dekat sekali. Tak sampai satu bulan dan ada kategori menulis novel pula. Ini kesempatan besar untuk memperlihatkan karya kita pada juri-juri yang tentunya kompeten di bidangnya. Belum lagi kalau ada penerbit yang suka dengan tulisan kita. Terlepas pada akhirnya menang atau tidak, tetapi kalau dilirik penerbit mayor tentu ini akan menjadi langkah super besar untuk seorang penulis buku indie yang bukunya dicetak sendiri. Distribusi sendiri dan pada akhirnya ya promo dan jualnya juga sendiri.

Menulis dengan cepat sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja bahkan oleh orang yang tak bisa mengetik dengan sepuluh jari seperti saya. Ya harus saya akui impian saya untuk menggunakan semua jari saya untuk mengetik pada akhirnya belum juga terwujud. Tak mengapa, selama saya masih bisa menulis dengan cepat. Hahaha... untuk menulis dengan cepat jurusnya mudah saja. Buat deadline semepet mungkin seurgent mungkin dan dilakukan setiap hari. Sehingga kita terbiasa dengan ritme yang seperti dikejar-kejar deadline.

Setiap hari saya sendiri suka tidak tenang kalau tak menulis satu artikel pun di blog ini. Kalau memang tak memungkinkan untuk menulis menggunakan PC (masih belum punya netbook ceritanya) saya masih ngotot menulis menggunakan smartphone. Walaupun itu kurang menyenangkan. Seandainya PC ini bisa saya bawa ke mana-mana tentu akan sangat menyenangkan. Ah masih punyanya PC konvensional yang tak bisa dimasukkan dalam saku.


Sekarang saya sudah bisa menulis dengan cepat. Bagaimana denganmu?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan