4 Oktober 2013

Mengganti Font


Mengetik secara offline di writer atau open office memang membuat saya dengan mudah menemukan font yang lucu yang bisa digunakan untuk setiap postingan. Bahkan mau menggunakan banyak font di dalam satu postingan juga bisa. Tak ada masalah. Selama suka dan siap mengeditnya. Tetapi karena alasan kerapihan saya lebih suka menggunakan satu font saja untuk setiap postingan. Sempat suka sekali dengan font Segoe Print yang selama ini saya gunakan sejak beberapa bulan yang lalu. Entah mengapa tulisan yang serupa dengan tulisan tangan itu terlihat cantik sekali untuk dimasukkan dalam postingan. Ternyata tak disangka tulisan tersebut tak semua orang bisa melihatnya dengan baik.

Sebenarnya sudah tahu sih kalau Arial itu font yang enak untuk dibaca, seperti Times New Roman. Paling baik menggunakan Times New Roman sepertinya. Sebab itu yang paling standar digunakan orang untuk menerima tulisan. Sayangnya tak ingin tampilan blognya menjadi terlalu standar sehingga mengubah font untuk postingan di dalam blog dengan cara memilih font yang ada di aplikasi menulis di komputer. Bertemulah dengan Segoe Print, Garamond, Comic Sans, dan masih banyak lagi.

Kali ini ingin lebih menyamankan pembaca dengan menggunakan Arial Narrow saja. Kalau tak ada perubahan suasana hati barangkali akan terus menggunakannya. Ingin mengedit postingan yang menggunakan tulisan Segoe Print dan memilih Arial saja tetapi sepertinya akan butuh waktu yang lumayan panjang ya. Hahahaha... nanti bisa dialokasikan waktunya untuk itu. Mungkin saat dipingit sebelum jadi pengantin itu bisa dilakukan. Daripada bosan di rumah bukan?


Bagaimana sekarang? Sudah nyaman membacanya?

@honeylizious

Followers