26 Oktober 2013

Mengapa Menulis Tentang Kalimantan Barat?


Blog ini tentu saja akan selalu berisi tentang makanan dan tempat wisata yang ada di Pontianak dan sekitarnya. Pokoknya akan banyak sekali mengenai Kalimantan Barat. Tidak hanya itu, terkadang saya juga suka membagikan mengenai kebudayaan dan peristiwa yang ada di Pontianak yang sudah menjadi tempat saya hidup selama lebih kurang 8 tahun ini. Banyak orang lain yang menuliskan tentang negara-negara yang mereka singgahi. Banyak di antaranya adalah tempat-tempat yang belum pernah saya datangi. Belum lagi banyak pula makanan yang mereka tampilkan di blognya adalah makanan-makanan yang belum pernah saya cicipi.

Sedangkan jika teman-teman mampir ke blog ini, paling banyak makanan yang saya sajikan adalah makanan yang hanya akan teman-teman temukan di Kalimantan Barat. Banyak yang sudah mencicipi versi daerah lainnya tapi agak serupa dengan yang ada di sini. Seperti pacri nanas atau ikan asam pedas. Memang masakan tersebut tidak hanya ada di Pontianak. Ada beberapa tempat yang menyajikan makanan yang sama. Namun saya selalu memberikan versi yang berasal dari Kalimantan Barat.

Tempat wisatanya pun yang bisa didatangi para traveler adalah tempat-tempat yang ada di Kalimantan Barat yang paling banyak saya sajikan. Bahkan beberapa perkampungan yang tak banyak dikenali oleh orang. Sebab saya yakin saya memang harus menuliskannya. Kalau bukan saya siapa lagi yang akan menuliskan tentang tempat yang saya huni sekarang. Sebab saya ingin banyak orang mengenali Kalimantan Barat melalui tulisan-tulisan saya jika memang tak pernah datang ke sini. Sayang rasanya semua hal yang merupakan kekayaan tersendiri bagi Kalimantan Barat hanya diketahui oleh masyarakatnya. Tak banyak yang tahu tentang Pontianak dan Kalimantan Barat jika memang tak pernah berkunjung ke sini. Tradisi yang ada setiap tahun, belum lagi keistimewaan Tanah Khatulistiwa yang memberikan fenomena Kulminasi setiap tahunnya sampai dua kali.

Makanan di sini juga tak kalah enaknya dengan makanan yang ada di luar sana. Kadang saya mengesalkan mengapa warung bubur paddas tak ada di seluruh Indonesia seperti warung mie aceh atau warung nasi padang. Apa bedanya warga Kalimantan Barat dengan orang lain yang masih satu negara dengannya? Saya rasa karena tak banyak orang yang terpanggil untuk mengenalkan semua kebudayaan dan tradisi yang ada di Kalimantan Barat ini sehingga orang-orang tak begitu mengenalnya. Padahal di Kalimantan Barat inilah terdapat Pulau Simping, pulau terkecil di dunia. Tidak hanya itu, ada beberapa pulau kecil yang bisa didatangi untuk berwisata.

Saya sendiri ingin sekali mengelilingi setiap jengkal tanah Kalimantan Barat ini untuk mengabadikan semuanya dalam bentuk tulisan, gambar, dan video. Sehingga orang-orang di luar sana bisa tahu seperti apa sebenarnya Kalimantan Barat itu. Tak ada lagi orang yang mengatakan betapa panasnya Kalimantan Barat sampai 43 derajat. Owh come on! Masih ada yang berpendapat Pontianak sepanas itu? Coba lihat ke sini, berapa banyak orang yang kulitnya putih bersih walaupun tinggal di Pontianak? Saya sendiri juga tak sedemikian gelapnya.


Bagaimana mungkin Pontianak dianggap sebagai tempat sepanas itu oleh banyak orang? Banyak sih yang bertanya pada saya berapa suhunya di Pontianak. Coba saja datang ke sini dan lihat terus rasakan sendiri mataharinya. Pontianak memang lebih bersinar dibandingkan banyak kota lainnya tapi suhu udara di sini masih lumayan normal dan tak segerah yang banyak orang kira.

Related Posts

Mengapa Menulis Tentang Kalimantan Barat?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.