Langsung ke konten utama

Membuat Cupcake


Melihat banyaknya orang yang bisa membuat makanan yang penuh dengan seni. Membuat makan tersebut tak hanya sekadar enak melainkan juga menjadi sesuatu yang indah dan bisa memanjakan mata orang yang melihatnya tentu akan memberikan kepuasan tersendiri untuk banyak orang. Rasanya saya sudah tak sabar ingin mempersiapkan 'kantor' baru saya dan membuat jadwal kerja di sana. Sebenarnya sih saya sekarang sedang mempersiapkan diri untuk berkantor di rumah baru kami.

Saya sebut kami karena memang beberapa hari lagi saya akan melepas masa lajang dan tinggal bersama di sebuah rumah mungil di Pontianak. Jaraknya sekitar 5km dari Radio Volare. Tak seberapa jauh mengingat Kota Pontianak bukanlah tempat yang selalu dipadati oleh kendaraan pribadi dan umum. Sesekali memang macet tapi belum pernah saya terjebak macet hingga berjam-jam bahkan berhari-hari. Wiiih seram juga ya kalau sampai terjebak berhari-hari di jalanan gara-gara saking macetnya jalanan tersebut.

Balik lagi ke cupcake. Sebenarnya adonan apa pun saya rasa tak akan masalah digunakan untuk membuat cupcake ini. Tetapi yang akan menjadi masalah utama adalah bahan yang digunakan untuk menghiasinya. Kalau di Jakarta dengan mudahnya mendapatkan semua yang kita butuhkan untuk menghiasi sebuah kue. Beda jauh dengan di Pontianak yang tentunya butuh perjuangan dan mesti tanya sana-sini supaya menemukan bahan hiasan yang cocok untuk cupcake ini.


Ah ini saya hanya sedang menuliskan tentang impian saya berikutnya, membuat cupcake yang indah untuk dinikmati mata dan enak di mulut. Karena memang nantinya saya akan mengatur jadwal kehidupan saya untuk melakukan semua hal yang saya sukai dan terus berada di rumah. Menyenangkan sekali bukan? Mengatur semuanya hanya dari rumah dan tak perlu punya kantor yang jauh dari kamar tidur.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan