30 Oktober 2013

Masuk Angin


Masuk angin dibandingkan sakit diare sebenarnya lebih menyiksa masuk angin. Sebab masuk angin selain ada perasaan tidak nyaman di tubuh, di perut, dan kepala, bawaannya ingin marah saja. Belum lagi muntah-muntah karena ingin mendesak ingin keluar. Tetapi tetap saja saya bisa terkena masuk angin yang ujung-ujungnya membuat saya merasa sangat tidak nyaman seharian. Mau ngapain aja salah rasanya.

Belum lagi mau makan tidak selera. Apalagi menulis. Tak ada yang bisa saya lakukan kecuali tiduran sambil sesekali bangun untuk muntah. Sudah minum banyak sekali obat. Beragam yang masuk ke perut. Untungnya tidak sampai over dosis karena jenis obat yang diminum berbeda-beda. Padahal masih banyak hal yang harus dilakukan. Seperti betangas yang tidak cukup sekali. Harus sampai tiga kali dilakukan.

Dalam keadaan masuk angin semua itu harus saya jalani. Banyak yang bilang sih karena saya melanggar pantang, pas hampir magrib saya turun ke tanah. Padahal saat dipelam, pengantin tidak boleh keluar lagi dari rumah. Ya sudahlah, saya tidak akan meninggalkan rumah ini sama sekali lagi. Bertahan di dalam supaya tetap sehat hingga hari akad nikah akan dilangsungkan.

Sangat tidak lucu jika saya harus bersanding dalam keadaan tidak fit bukan? Selama 3 hari ini sepertinya saya harus mengatur jadwal makan dengan benar. Jangan sampai masuk angin lagi dan buang air besar sebisa mungkin setiap hari. Oh iya saya juga harus makan pisang supaya pencernaan lancar dan tidak masuk angin lagi. Sebab dengan lancarnya pencernaan akan membuat saya lebih lancar kentutnya.


Hahahaaha... inilah postingan curhat seseorang yang masuk angin.

@honeylizious

Followers