Langsung ke konten utama

Masa Depan, Pernahkah Kamu Membayangkannya Sebelumnya?


Sejak usia berapa kamu mulai membayangkan dirimu yang dewasa? Mengira-ngira menjadi siapa kamu 10 atau 20 tahun akan datang? Pernah membayangkan bahwa ternyata masa depanmu sekarang ya seperti yang ‘ini’. Ini yang sekarang kamu jalani? Dari banyak hal yang terjadi di dalam kehidupan, saya bersyukur Tuhan memberikan masa depan yang ini buat saya. Menjadi diri saya yang sekarang dengan apa yang saya punya dan tidak saya punyai sama sekali.

Saya tahu Tuhan adalah sutradara terbaik yang pernah ada untuk membuat jalan kehidupan manusia itu turun-naik-datar-lalu terjerembab tiba-tiba. Kamu bisa jadi awalnya pacaran sama si A diselingkuhin lalu pacaran sama si B di-pehape-in eh tiba-tiba bertengkar sama si C kemudian ujung-ujungnya menikah pula dengan orang itu. Si C itu maksudnya. Tentu saja ini tak lebih dari curhatan-abadi-yang-tak-pernah-habis-untuk-diceritakan.

Tak terkita saya berbahagia bisa bangun dalam keadaan tak kurang satu apa pun. Masih bisa ngupil seperti biasa. Kentut sembarangan di depan orang yang menyayangi saya. Bersendawa saat makan. Lalu juga menyanyi sepanjang perjalanan di atas Scoopy-Doo saat dibonceng si dia. Tertawa saat saling lirik-lirikan di kaca spion. Ah dulunya saya pikir kaca spion itu tak lebih dari benda yang digunakan untuk melihat kendaraan di belakang kita. Dibandingkan kita harus memutar kepala 45-90 derajat hanya untuk melihat ada tidaknya kendaraan di belakang saat akan berbelok atau menyeberang memang kaca spion itu penyelamat dunia akhirat.

Sekarang kaca spion itu menjadi tempat kedip-kedipin mata sama si dia. Hahaha...


Kembali lagi ke masa depan yang ada di dalam kepala kita. Selama ini kita banyak membayangkan apa yang ingin kita capai saat kita ‘besar’ nanti. Sekarang saya sudah cukup dewasa untuk mengatakan bahwa masa depan saya sekarang ini. Detik ini juga. Saya bahagia berada di dalamnya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…