6 Oktober 2013

Masa Depan, Pernahkah Kamu Membayangkannya Sebelumnya?


Sejak usia berapa kamu mulai membayangkan dirimu yang dewasa? Mengira-ngira menjadi siapa kamu 10 atau 20 tahun akan datang? Pernah membayangkan bahwa ternyata masa depanmu sekarang ya seperti yang ‘ini’. Ini yang sekarang kamu jalani? Dari banyak hal yang terjadi di dalam kehidupan, saya bersyukur Tuhan memberikan masa depan yang ini buat saya. Menjadi diri saya yang sekarang dengan apa yang saya punya dan tidak saya punyai sama sekali.

Saya tahu Tuhan adalah sutradara terbaik yang pernah ada untuk membuat jalan kehidupan manusia itu turun-naik-datar-lalu terjerembab tiba-tiba. Kamu bisa jadi awalnya pacaran sama si A diselingkuhin lalu pacaran sama si B di-pehape-in eh tiba-tiba bertengkar sama si C kemudian ujung-ujungnya menikah pula dengan orang itu. Si C itu maksudnya. Tentu saja ini tak lebih dari curhatan-abadi-yang-tak-pernah-habis-untuk-diceritakan.

Tak terkita saya berbahagia bisa bangun dalam keadaan tak kurang satu apa pun. Masih bisa ngupil seperti biasa. Kentut sembarangan di depan orang yang menyayangi saya. Bersendawa saat makan. Lalu juga menyanyi sepanjang perjalanan di atas Scoopy-Doo saat dibonceng si dia. Tertawa saat saling lirik-lirikan di kaca spion. Ah dulunya saya pikir kaca spion itu tak lebih dari benda yang digunakan untuk melihat kendaraan di belakang kita. Dibandingkan kita harus memutar kepala 45-90 derajat hanya untuk melihat ada tidaknya kendaraan di belakang saat akan berbelok atau menyeberang memang kaca spion itu penyelamat dunia akhirat.

Sekarang kaca spion itu menjadi tempat kedip-kedipin mata sama si dia. Hahaha...


Kembali lagi ke masa depan yang ada di dalam kepala kita. Selama ini kita banyak membayangkan apa yang ingin kita capai saat kita ‘besar’ nanti. Sekarang saya sudah cukup dewasa untuk mengatakan bahwa masa depan saya sekarang ini. Detik ini juga. Saya bahagia berada di dalamnya.

@honeylizious

Followers