Langsung ke konten utama

LAZ TPU Al Mumtaz Pontianak, Uncare, Untrust, and Unprofessional (5)




Jangan pernah berani berjanji jika tak akan menepati. Lembaga yang tak bisa menepati janjinya sendiri tentu saja uncare dengan orang yang memberikan kepercayaan penuh terhadap lembaga tersebut. Ini juga menunjukkan saya sendiri tak bisa mempercayai (untrust) lembaga tersebut untuk kedepannya. Lembaga yang seperti ini menurut saya jadinya ya kurang profesional (unprofessional)dalam bekerja.

Seandainya sejak awal petugas tak memberikan janji apa-apa dan mengatakan bahwa mereka akan mengurus semuanya dan masalah bagian akan disesuaikan seberapa dapatnya saja. Tentu saya tidak akan kecewa. Bahkan tak mendapatkan bagian pun bukan soal lagi buat saya. Sebab saya sudah merelakan semua daging sapi itu untuk orang yang jauh lebih membutuhkan saja. Tak setiap hari banyak orang di dunia ini bisa makan daging yang sama pada saat yang bersamaan pula. Itu adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya buat saya yang dulunya juga pernah hidup susah. Pernah mengalami bagaimana rasanya lapar dan dahaga.

Melihat orang-orang di sekitar bisa makan apa saja yang mereka suka. Saya pernah berada pada posisi mereka. Apalagi yang lebih menyenangkan jika bisa membuat daging yang saya beli dengan keringat saya sendiri untuk berada di dalam mulut mereka? Idul Adha adalah lebaran yang sangat indah ketika kita bisa memberikan apa yang kita punya buat banyak orang.

Uang yang sebelumnya saya persiapkan untuk mengganti smartphone saya saya berikan pada lembaga yang saya percaya. Harta yang sangat berharga. Semuanya menjadi hal yang tak menyenangkan saat mengingat bagaimana perlakukan mereka terhadap seorang perempuan yang baru saja berkurban untuk pertama kali di dalam hidupnya. Saya tak melihat darah hewan kurban saya mengucur deras membasahi bumi. Saya juga tak melihat wajah-wajah bahagia orang yang menerima hewan kurban itu. Saya kecewa. Sangat kecewa karena sebelumnya dijanjikan untuk ikut berada di sana.

Mengapa tak sejak awal katakan saja bahwa saya mungkin tak bisa menghadiri proses penyembelihan dan pembagian hewan kurban tersebut? Ah janji yang diingkari memang tak akan ada habisnya untuk dibahas. Tapi tentu saja saya tak akan ragu untuk berkurban lagi demi agama dan Tuhan saya. Tetapi saya tentu meragukan lembaga-lembaga yang tidak peduli, tidak bisa dipercaya, dan tidak profesional dalam bekerja.


Sekian tulisan panjang ini yang akhirnya menjadi 5 bagian. Padahal sebelumnya saya pikir hanya akan menjadi tiga tulisan saja.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma