18 Oktober 2013

LAZ TPU Al Mumtaz Pontianak, Uncare, Untrust, and Unprofessional (1)


Amanah adalah sesuatu yang mau tidak mau harus kita pegang dengan penuh pertanggungjawaban sehingga orang lain tak akan ragu untuk mengamanahkan sesuatu pada kita. Apalagi jika kita membuka sebuah lembaga yang berlandaskan unsur amanah tersebut. Ketika kita melanggar amanah yang kita buat sendiri tentunya ini akan membuat orang lain menjadi ragu dengan keamanahan yang kita tawarkan.

Di Indonesia sudah banyak orang yang membuktikan bagaimana mahalnya nilai sebuah kepercayaan. Ketika kita bisa dipercaya semua rezeki akan datang mengetuk pintu kita. Tak ada lagi pertimbangan harga yang kita tawarkan dan juga kualitas yang kita berikan. Saat kita bisa dipercaya, hal-hal lain bisa dikompromikan dengan kepala dingin. Bahkan tidak hanya dalam hubungan bisnis, dalam hubungan pernikahan menjaga kepercayaan adalah hal yang paling utama. Kita masih bisa menerima apabila ternyata pasangan kita orangnya (maaf) suka kentut sembarangan atau tidak bisa masak. Selama pasangan itu bisa kita memegang kepercayaan kita dengan amanah tentu saja semua hal yang sebenarnya menjadi kekurangan akan mudah sekali untuk kita negosiasikan bersama.

Tapi satu kali saja kepercayaan yang diberikan tidak dipegang dengan pertanggungjawaban rasanya banyak orang yang akan enggan untuk kembali mengambil risiko mengulang kesalahan yang sama. Bahwa mempercayai orang yang tidak amanah tersebut adalah kesalahan besar yang tak akan ingin ia lakukan lagi. Siapa yang mau jatuh ke lubang yang sama sampai dua tiga kali? Saya sendiri cukup sekali.

Tulisan ini hanya tulisan pembuka mengenai cerita panjang yang akan saya bagikan untuk teman-teman mengenai pengalaman saya pertama kali berkurban dan menyerahkan kepercayaan saya untuk mengurus hewan kurban tersebut ke sebuah Lembaga Amil Zakat, Tabungan Peduli Umat, Al Mumtaz. Lebih khususnya lagi ini menyangkut LAZ TPU Al Mumtaz yang ada di Jl. Pak Benceng no. 12A Pontianak, Kalimantan Barat.


Sebelum tulisan ini diterbitkan pihak Al Mumtaz sendiri memang sudah meminta maaf, tetapi maaf tidak akan membuat mereka tetap bisa menjadi lembaga yang sesuai dengan yang mereka gaungkan sebagai lembaga yang care, trust, professional. Sebab pada kenyataannya mereka jauh sekali dari sebuah lembaga yang menurut takaran saya sebagai lembaga yang peduli, lembaga yang bisa dipercaya, dan lembaga yang profesional. Semua tulisan ini merupakan anggapan pribadi saya sebagai seseorang yang rasanya telah dirugikan .

Related Posts

LAZ TPU Al Mumtaz Pontianak, Uncare, Untrust, and Unprofessional (1)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.