22 Oktober 2013

Kisah Tentang Memaafkan


Manusia, tempatnya salah dan dosa. Setiap saat bisa jadi banyak di antara kita yang selalu melakukan dosa. Pada akhirnya hanya kata 'maaf', 'ampun', dan kata-kata yang serupa lainnya yang bisa kita ucapkan untuk meminta maaf. Memohon keikhlasan dari orang-orang yang kita zalimi. Bukan berarti dengan sebuah kata maaf semuanya lantas selesai. Karena saat kita melakukan kesalahn kita seperti memaku sebuah kayu dengan paku yang tajam. Menusuk kayu tersebut hingga ke dalam. Ketika kita meminta maaf itu sama saya jika menggunakan sebuah palu untuk melepaskan paku-paku tersebut dari kayu yang telah kita lukai. Apakah lantas bekas paku tersebut akan menghilang saat kita mencabut pakunya?

Tentu saja tidak. Pakunya boleh hilang dan kita singkirkan tetapi bekas lubang-lubang yang dibuat oleh paku-paku tersebut akan selamanya ada di sana. Walaupun seiring berjalannya waktu bekas paku tersebut akan mulai memudar. Tapi tidak akan hilang begitu saja. Apalagi hanya dengan sebuah kata maaf.

Apakah setiap orang bisa memberikan maaf untuk semua kesalahan yang telah kita lakukan padanya? Jangankan orang lain, seorang ibu, contohnya ibu Malin Kundang pun mengutuk anaknya karena anaknya durhaka. Darah dagingnya sendiri yang telah dia kandung dan dia susui. Meskipun demikian orang-orang yang berjiwa besar dan berhati yang kuat akan selalu bisa memaafkan orang yang melakukan kesalahan yang dilakukan orang terhadapnya. Terlepas dari proses hukum yang harus dia lewati untuk menyelesaikan itu semua proses permintaan maaf dan memberikannya adalah dua hal yang berbeda.


Orang yang lemah tidak akan pernah bisa memaafkan orang yang telah membuat kesalahan padanya. Tetapi orang-orang yang jauh lebih kuat akan bisa membuat dirinya ikhlas untuk memaafkan meskipun itu sangat menyakitkan dan butuh proses yang panjang. Jika ingin menjadi orang yang kuat, mari kita belajar untuk memaafkan setiap orang yang telah melakukan kesalahan pada diri kita. Walaupun sulit, walauoun berat. Semua yang sudah lewat, sudah terjadi dan tak akan ada satu hal pun yang bisa mengembalikan itu semua agar tidak pernah terjadi.

Related Posts

Kisah Tentang Memaafkan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.