9 Oktober 2013

Kisah Perempuan Jutek Itu (2)


Aku pikir perempuan ini pasti menemukan akun WeChatku dari look around. Tak ada yang membuatku terpesona selain sepasang alisnya yang rapi dan indah itu. Kuusap layar smartphoneku yang menampilkan wajah manisnya. Seandainya wajah manis ini dihiasi senyuman. Aku yakin dia akan jauh lebih cantik.

Ingin aku menyapanya. Mengenalnya lebih dekat tapi aku tak tahu bagaimana caranya. Bibirnya yang terkatup rapat dan berwarna merah jambu seakan menyimpan sejuta kata yang ingin dia tumpahkan.
Takdir memang datang dengan caranya yang penuh rahasia. Sebuah gambar rumah sakit yang diambil tengah malam lewat di lini masa momen WeChatku. Dari momen perempuan yang alisnya menari-nari dalam ingatanku. Tatapan matanya yang dingin membuat dadaku berdebar.

Siapa yang berhasil mengabadiaan wajah dinginnya ini? Seperti apa kehidupan yang dia jalani di luar sana?

"Siapa yang sakit?"

Aku meninggalkan komentar di bawah foto rumah sakit Kharitas Bhakti yang diunggahnya ke momen WeChatnya.

"Hani."

Jawabannya sedingin yang kubayangkan. Sangat sesuai dengan wajah yang ada di sana.

"Memangnya sakit apa?"

"Memang kalau kamu tahu aku sakit apa kamu bakalan bisa kasih obatnya?"

Jawabannya menusuk. Jemariku kaku. Tak mampu membalas pertanyaannya.

@honeylizious

Followers