11 Oktober 2013

Kisah Lelaki dan Perempuan di Bioskop (9)





Hari ini aku hanya bisa sesekali menyapanya di WeChat. Dia sepertinya sibuk karena ada kopdar dengan Mozillians. Pastinya banyak sekali orang yang akan dia temui di sana. Terutama lawan jenis yang barangkali sama denganku. Memiliki perasaan khusus. Aku sedikit takut dia menjadi milik orang lain. Tapi menembaknya sekarang rasanya juga kurang pantas. Apa katanya kalau mendengar ungkapan isi hatiku? Jangan-jangan dia akan menertawakanku. Matanya yang cokelat akan membesar? Alisnya terangkat? Aku tak tahu. Benar-benar tak tahu.

Keberanianku sedikit menciut memikirkan itu. Hingga akhirnya aku melihat namanya terpampang di layar ponselku. Dia menelponku? Ada apa? Buru-buru kuangkat. Tak ingin terjadi sesuatu padanya.

"Putra sudah pulang?"

Jam kerjaku memang sudah berakhir dan aku memang sudah ingin segera pulang. Mandi. Bau keringat yang menempel di kaos yang kukenakan membuatku gerah. Lagipula aku berniat mengajaknya jalan lagi sehabis berganti pakaian. Menjemputnya pukul 8. Itu niatku sebelumnya. Sebelum dia menelponku.

"Sudah mau pulang sih, tapi masih di kantor."

"Nonton yuk, aku punya dua tiket gratis nih, nanti aku jelaskan. Filmnya 15 menit lagi diputar. Aku fi Vigor. Jemput ke sini aja. Mau ya?"

Perempuan ini membuatku gemas. Bagaimana mungkin aku menolaknya? Aku memang ingin bertemu lagi dengannya. Tapi aku bingung menyampaikannya. Sebab aku takut dia tak terkesan dengan kencan tadi malam di warung kopi.

"Boleh. Aku segera ke sana."

"Aku di Vigor."

Sekali lagi dia menekankan lokasinya sekarang.

"Iya, aku ke sana. Tunggu sebentar ya."

Telpon itu terputus. Aku menyambar helm dan kunci motor. Segera kuhidupkan sepeda motorku dan menyusul tempat dia berada sekarang. Tempat kerjaku memang dekat sekali dengan mall. Tak butuh 5 menit untuk tiba di depan Vigor. Sebuah tempat makan dan juga olah raga yang tepat berada di luar pintu parkiran mall.

Aku menemukannya dalam waktu singkat. Dia segera naik ke boncengan sepeda motorku. Kami pun masuk ke kawasan parkiran mall setelah mendapatkan tiket parkir. Langkahnya terburu-buru menaiki tangga belakang mall. Memang lebih cepat tiba ke lantai atas melalui pintu belakang. Apalagi bioskop berada di lantai berikutnya.

Dia tetap terlihat ceria meskipun beberapa kali aku mendapati dia mengendus bau badannya sendiri. Sepertinya dia juga belum mandi sepertiku.

"Kita akan nonton film apa?"

"Aku juga nggak tahu nih kata adik sepupuku, R.I.P.D. Tapi aku nggak tahu film apa. Semoga aja bagus filmnya."

"Kok bisa dapat tiketnya?"

"Ini tiket sepupuku, dia tak bisa nonton tapi sudah menukarkan poin Telkomselnya untuk tiket film ini. Ada dua tiket."

"Untung aku belum pulang. Tadi aku hampir pulang lo..."

"Untung saja, kalau tidak dua tiket ini akan hangus, soalnya sepeda motorku nggak ada platnya.  Nggak bisa masuk mall."

Aku tersenyum. Dia membalas senyumku dengan senyuman manisnya.

@honeylizious

Followers