9 Oktober 2013

Kisah Lelaki dan Perempuan Bertemu (5)




Sebuah sepeda motor berwarna hitam merah berhenti di halaman kantorku. Seorang perempuan berbaju biru duduk di atasnya. Tas kecil berwarna hijau tersampir di bahu kirinya. Dia masih mengenakan helm saat kuhampiri. Aku ragu kami akan berbicara banyak.

"Hani."

Perempuan beralis indah itu mengulurkan tangannya. Aku menyambutnya. Senyumannya terbentuk dengan indahnya. Tak ad  wajah dingin seperti yang aku kenal di WeChat. Selama ini aku pikir aku tak akan benar-benar melihat senyumannya. Tetapi kemudian aku sadar dia berbeda. Dirinya yang nyata sangat berbeda dengan yang ada di WeChat.

"Putra."

Tangan kami terlepas. Dia tetap tersenyum. Alisnya terangkat melihat wajahku yang bingung. Dia seperti perempuan yang lain. Bukan perempuan yang membalas komentarku di momen WeChatnya.

"Mana korannya?"

"Ini..."

Aku memberikan koran yang sejak tadi aku simpan untuknya. Dia menerimanya sambil tersenyum. Kemudian aku memperhatikan wajahnya yang mengamati koran yang kuberikan. Di sudut twitnya dipajang.

"Kok bisa ya twitku dikutip, nggak pake izin lagi."

"Kurang tahu juga."

"Makasih udah disimpenin."

"Kalau nggak langsung diambil takutnya besok udah dibuang."

"Kok kamu tahu twitterku?"

"Nggak sengaja liat momen kamu, kamu upload foto akun twitter kamu yang discreenshootkan?"

"Kamu liat momen aku?"

Aku mengangguk. Malu. Dia masih saja tersenyum.

@honeylizious

Followers