Langsung ke konten utama

Kisah Lelaki dan Perempuan Berdua (8)



Dia tersenyum menerima nasi bungkus yang aku berikan. Tidak lama dia menemuiku di depan pagar gedung studionya. Dia harus segera bersiaran kembali karena memang tugasnya masih belum selesai. Hatiku berdesir, menghangat kembali bisa memberikan nasi untuknya. Sesaat setelah dia masuk aku mendengarkan kembali suaranya mengudara. Suaranya yang lembut dan manis itu.

Aku ingin bertemu lagi dengannya. Hanya berdua. Bercerita banyak tentang diriku dan ingin dia bercerita tentang dirinya. Diri yang mungkin belum kuketahui. Dirinya yang berbeda dari yang kukenal dari WeChat. Kalau aku mengajaknya, apakah dia mau kembali jalan denganku? Berdua saja?

Kutepis segala ragu. Aku sudah terbiasa menghadapi penolakan perempuan. Bahkan perempuan-perempuan yang awalnya menerima cintaku juga tak ragu untuk meninggalkanku. Satu penolakan lagi dari perempuan yang membuatku tak tenang tentunya bukan sesuatu yang menyakitkan. Semua rasa sakit yang pernah aku rasakan tak apa bertambah lagi. Asalkan aku yakin perempuan yang ini memiliki perasaan yang sama atau tidak denganku.

Tak ada ragu saat aku menuliskan ajakanku di WeChat. Tolak saja pun tak mengapa aku sudah siap dan ikhlas dengan segala kemungkinan. Sebelum aku jatuh terlalu dalam aku ingin berjuang sampai penghabisan dan mendapatkan kepastian. Aku seakan tak percaya saat dia menjawab iya. Bahkan dia dengan santainya mengatakan aku boleh menjemputnya dan memboncengnya di sepeda motorku karena dia malas membawa sepeda motor sendiri.

Mendapat penerimaan untuk kencan saja rasanya sudah menyenangkan. Apalagi bisa memboncengnya di belakang. Berada semakin dekat dengannya.

Pulang kerja aku menanti di depan pagar gedung studionya. Dia keluar dengan langkah tergesa dan tersenyum tipis. Aku melihat matanya yang berwarna cokelat itu membesar membuatku tak mampu menolak pesonanya malam itu. Segera dia naik ke boncengan sepeda motorku dan aku pun melaju di jalanan Kota Pontianak.

Membawanya ke sebuah warung kopi yang menjual pisang goreng srikaya. Sebutlah aku laki-laki paling tak romantis di dunia ini karena mengajak perempuan yang sedang membuatnya mabuk kepayang ke warung kopi untuk kencan.

Namun perempuan itu tak terlihat mempermasalahkan soal tempat yang aku pilih ini. Setelah pesanan datang. Dua kopi dan dua piring pidang goreng srikaya dan susu kami terlibat dalam pembicaraan yang seru. Saling menceritakan tentang kehidupan masing-masing.

Sesaat aku rasanya sudah mengenalnya begitu lama dari cerita-ceritanya. Bagaimana dia tak kunjung dinikahi laki-laki yang dia pacari setahun dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan snng pacar yang tak memberikan kepastian apa-apa. Begitu klop denganku yang setiap ingin menikahi kekasihku, kekasihku berbalik meninggalkanku.

Mungkinkah aku mengajak perempuan ini untuk membina rumah tangga denganku? Sedangkan aku baru mengenalnya kemarin? Entahlah.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…