9 Oktober 2013

Kisah Lelaki dan Koran (4)



Perempuan itu. Perempuan dengan sepasang alis indahnya. Kata-kata yang keluar darinya sedingin wajahnya tapi kali ini aku menemukan momen yang membuat aku merasa punya sesuatu untuk dibicarakan. Barangkali dia tipikal perempuan yang tak suka basa-basi. Tak suka ditanya apabila tak ada maksud apa-apa.

Setiap orang memang punya caranya masing-masing untuk berhadapan dengan orang lain. Itu caranya. Dingin. Beku. Tanpa senyuman. Tak ada basa-basi sama sekali. Aku yang berbeda dan terbiasa basa-basi tentu saja akan terkejut mendengarkan bicaranya.

Momen yang dia unggah fotonya ke WeChat rasanya sangat familiar. Dia memasukkan screen shoot akun twitternya. Aku tadi pagi sempat membaca twit beberapa akun yang dikutip di koran. Koran yang dilanggani kantorku. Kutemukan koran itu tergeletak di meja kantor. Benar saja. Akun twitter perempuan ini masuk koran.

Buru-buru aku menyapa perempuan itu.

"Twit kamu masuk koran tu."

"Maksud kamu?"

Aku tak begitu terkejut mendapat pertanyaan yang lumayan ketus darinya.

"Bentar ya aku foto."

Koran pagi itu aku foto dan kukirim padanya. Berharap dia segera memahami maksudku. Kutunggu beberapa saat.

"Wah kok bisa?"

"Nggak tahu juga."

"Duh penasaran..."

Kejutekannya yang sebelumnya menjadi sesuatu yang ada pada dirinya lenyap. Dia berubah menjadi seseorang yang lain. Hatiku berdesir merasakan ada harapan lain yang akan muncul.

"Kalau mau minta korannya ke sini saja. Besok keburu dibuang orang kantor."

"Memangnya kantormu di mana?"

"Simpang empat dekat GOR depan Purnama."

"Owh deket kok, aku ke sana ya..."

"Iya, aku tunggu."

"Ini nomor ponselku 0856xxxx, biar gampang menghubungi kalau sudah di sana. Nomor hape kamu?"

"0852xxxxx."

Aku menggenggam koran yang menjadi satu-satunya harapan untuk bertemu pemilik alis indah yang menawan hatiku itu.

@honeylizious

Followers